Milenianews.com – Massachusetts Institute of Technology (MIT) berhasil mengembangkan sensor RFID(Radio Frequency Identification) berukuran kecil yang dapat mendeteksi kelembapan popok bayi. Jika popok basar, maka memberi sinyal penerima di dekatnya, dan mengirim notifikasi. Para peneliti MIT dalam siaran pers(18/2) menyebutkan bahwa sensor dapat diproduksi dengan harga sangat terjangkau (2 sen). Sehingga cocok dan masih worth it untuk popok sekali pakai tanpa menambah bobot harganya.
RFID yang baru dikembangkan MIT dapat tertanam dalam hidrogel yang biasanya ditemukan dalam popok bayi sekali pakai. Ketika basah, hidrogel mengembang dan menjadi cukup konduktif untuk memicu tag mengirim sinyal ke reader RFID dalam radius satu meter; ini dilakukan tanpa menggunakan baterai. Reader yang terhubung ke jaringan Wi-Fi rumah dapat ditempatkan di sebelah tempat tidur bayi untuk mengirim peringatan ke ponsel orang tua.
Baca Juga : Kerjasama Lamborghini dan MIT Untuk Kembangkan Super Kapasitor Mobil Listrik
Dilansir dari The Verge (17/2), Pampers sudah menjual popok pintar dengan brand Lumi. Meskipun mahal dan dibuat dengan sensor Bluetooth berukuran besar yang dapat dilepas dan memerlukan pembersihan rutin, ini adalah solusi “pintar” karena dapat melacak pola tidur selain mendeteksi kebasahan. Huggies juga memiliki popok Bluetooth pintar yang mendeteksi saat bayi buang air kecil dan besar.
MIT memanfaatkan RFID yang menggunakan bidang elektromagnetik untuk secara otomatis mengidentifikasi dan melacak tag yang melekat pada objek. Tag ini terdiri dari transponder radio kecil; penerima dan pemancar radio. Ketika dipicu oleh elektromagnetik dari perangkat RFID terdekat, tag mengirimkan data digital.