Milenianews.com, Kabul – Sebuah serangan bom bunuh diri dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW terjadi di Kabul, Afghanistan beberapa hari lalu, menewaskan sedikitnya 50 orang dan 83 luka – luka. Pada peringatan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah ulama.
Melalui Basir Mujahid, selaku juru bicara kepolisian Kabul mengatakan, para cendikiawan muslim berkumpul dan pengikutnya untuk membacakan ayat-ayat suci Al Quran guna memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Ia mengakui belum ada pihak yang mengaku bertanggungjawab. Kelompok Taliban membantah terlibat dan mengancam serangan itu.
Beberapa saksi mata mengatakan pelaku bom bunuh diri masuk ke gedung, menuju bagian tengah dan meledakan diri. Pada peristiwa tersebut sekitar 1000 orang berada di lokasi tersebut saat ledakan.
Mohammad Hanif, Pengajar Studi Keagamaan, mengatakan, “Bunyi ledakan itu amat memekakan telinga dan semua orang di lokasi pertemuan menjerit minta tolong.” Ujarnya.
Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani menyebut serangan itu merupakan kejahatan tak termaafkan, dalam sejumlah foto yang diambil setelah ledakan berlangsung menunjukan para korban dengan baju terkoyak dan bersimbah darah, pecahan kaca serta mebel yang berjatuhan.
Lanjutnya, Presiden menyatakan Rabu 21 november sebagai hari berkabung nasional. (Ikok)