Milenianews.com – Spider-Man: No Way Home sedang dalam puncak kesuksesannya. Saat ini, ini menjadi film yang semua orang bicarakan sepanjang penghujung akhir tahun 2021. Seperti yang kita tahu, ketika ada momentum sekecil apapun, akan selalu ada pelaku kejahatan yang memanfatkannya. Baru-baru ini, peneliti keamanan menemukan malware di berbagai versi bajakan dari Spider-Man: No Way Home.
Seperti yang kita ketahui bersama, dalam berbagai laporan film ini menjadi film pertama yang meraup lebih dari USD1 miliar di box office selama era pandemi. Bahkan Marvel mengatakan film ini akan menjadi film eksklusif bioskop, setidaknya untuk selama beberapa waktu ini.
Namun, adanya varian baru dari covid, kebanyakan orang tidak dapat pergi ke bioskop dan takut untuk pergi keluar dan menontonnya. Sehingga, banyak pengguna internet yang mengunduh versi bajakan dari film ini.
Baca Juga : Hati-Hati “Coronavirus Map” Mengandung Malware
Dan jika sobat milenia merupakan salah satunya, sebaiknya hati-hati dan waspada. Pasalnya beberapa peneliti keamanan menemukan malware di berbagai versi bajakan dari Spider-Man: No Way Home.
Malware Crypto Mining di Film Spider-Man: No Way Home Bajakan
Tom’s Hardware (4/1) melaporkan ReasonLabs telah menemukan malware untuk menambang cryptocurrency Monero dalam file bernama “spiderman_net_putidomoi.torrent.exe”, yang merupakan bahasa Rusia dari film tersebut.
Para pengguna internet yang tidak waspada akan mengira mereka akan mengunduh film tersebut dari situs web torrent Rusia. Kemudian, alih-alih menonton film, pengguna malah mendapat malware.
Malware ini berasal dari proyek open source SilentXMRMiner di GitHub. Proyek ini menawarkan antarmuka titik yang memungkinkan distributor malware wannabe untuk membuat penambang baru yang kompatibel dengan banyak cryptocurrency tanpa banyak usaha dari mereka.
Baca Juga : Malware Cerberus Bisa Curi Kode Keamanan Google Authenticator
ReasonLabs mengatakan jika pengguna telah menginstall aplikasi ini, maka secara otomatis malware ini akan menambahkan pengecualian ke Windows Defender. Sehingga bisa melancarkan aktivitas mereka. Lalu, secara otomatis para peretas menjalankan SilentXMRMiner di perangkat korban.
“Meskipun malware ini tidak membahayakan informasi pribadi, kerusakan yang ditimbulkan oleh penambang dapat dilihat pada tagihan listrik pengguna. Selain itu, karena digunakan untuk menambang, pengguna akan dapat merusak komponen, seperti CPU dan GPU,” kata para peneliti di ReasonLabs.
Malware seperti ini banyak bertebaran di Internet. Oleh karena itu, sobat milenia harus tetap waspada dan hati-hati. Bijaklah berinternet, gunakan dengan bijak, jangan sembarangan mengunduh dan menginstall atau bahkan klik link mencurigakan.