Pembayaran Upah Digital Sudah Mulai Dilakukan di Jepang

Milenianews.com, Jakarta – Pembayaran upah digital, akan mulai dilaksanakan di Jepang. Pembayaran tersebut berbasis kode QR, PayPay, menjadi pihak pertama yang lolos dalam penyaringan pemerintah dalam upaya mendorong transaksi non-tunai.

Menurut siaran Kyodo, Senin (21/10), sepuluh perusahaan SoftBank Group Corp., termasuk PayPay Corp., menyatakan bahwa mulai September 2024 mereka membayar gaji karyawan melalui PayPay dengan persetujuan karyawan.

“Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan tunjangan karyawan. Dengan meningkatkan pilihan pembayaran gaji dan untuk mempromosikan perluasan lingkup. Khususnya ekonomi PayPay di seluruh grup,” kata perusahaan-perusahaan tersebut dalam pernyataan resmi bersama.

Baca juga: Dalam Perspektif Islam, Boleh Tidak Sih Pembayaran Pakai QRIS?

Aplikasi pembayaran populer berbasis kode QR, PayPay, sudah memiliki lebih dari 65 juta pengguna terdaftar.

Kementerian Tenaga Kerja Jepang, pada 2022 menyatakan akan mengizinkan perusahaan membayar upah melalui aplikasi.

Dengan pembayaran digital mulai April 2023 dalam upaya untuk mempromosikan pembayaran tanpa uang tunai. Hal tersebut guna merangsang perekonomian.

Pekerja yang tidak ingin gajinya dibayarkan secara digital tetap dapat menerima upah melalui setoran langsung ke rekening bank.

“Diversifikasi metode pembayaran gaji diharapkan dapat memenuhi permintaan karyawan,” kata operator PayPay, mengutip survei pemerintah Jepang pada 2020.

Hal ini menunjukkan sekitar 40 persen pekerja akan mempertimbangkan gaji mereka dibayarkan ke akun pembayaran berbasis kode QR.

Baca juga: Pedagang Nakal Bebankan Biaya Transaksi QRIS ke Pembeli, YLKI Angkat Suara

Di bawah sistem pembayaran upah digital, saldo maksimum dompet digital untuk menerima gaji ditetapkan 1 juta yen atau sekitar Rp. 103 juta. Hal tersebut untuk melindungi pengguna, karena tidak seperti bank, operator aplikasi tidak tunduk pada sistem asuransi simpanan negara.

Penyedia aplikasi harus menjalani pemeriksaan pemerintah yang berlangsung. Hal tersebut setidaknya selama satu tahun untuk menilai apakah mereka dapat mengamankan saldo upah yang telah dibayarkan meskipun bisnis mereka gagal.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *