Nilai Perusahaan Microsoft Tembus USD 3 Triliun

nilai perusahaan microsoft

Milenianews.com – Microsoft (MSFT.O) mencapai tonggak bersejarah pada hari Rabu (24/1) kemarin, saat nilai pasar sahamnya melampaui batas USD3 triliun untuk pertama kalinya. Perusahaan ini berhasil mempertahankan posisinya sebagai perusahaan terbesar kedua di dunia, hanya berada di belakang Apple (AAPL.O).

Melansir dari Reuters, persaingan antara saham Microsoft dan Apple untuk meraih posisi teratas sebagai saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di Wall Street telah berlangsung sejak awal tahun.

Pada awal Januari 2024, pembuat iPhone tersebut bahkan sejenak kehilangan posisinya kepada Microsoft, meskipun hanya bersifat sementara.

Pada hari tersebut, saham Microsoft mencapai rekor tertinggi sebesar USD405,63 (Rp. 6,402,869) naik 1,7%, melebihi level kapitalisasi pasar USD3 triliun.

Namun pada penutupan, saham tersebut turun sedikit menjadi USD402,56, dengan valuasi Microsoft sekitar USD2,99 triliun. Angka ini hanya berada di bawah ambang harga USD403,65 yang dapat menjaganya di atas USD3 triliun.

Di sisi lain, saham Apple mengalami penurunan sebesar 0,35% dan ditutup pada USD194,50. Meskipun demikian, nilai pasar Apple tetap di kisaran USD3 triliun.

Baca juga: CEO MileniaNews Suguhkan Workshop Digital Kreatif di BSI DiginoFest 2024

Microsoft bernilai karena kesuksesan OpenAI

Illustration shows OpenAI logo

Kesuksesan perusahaan rintisan Bill Gates ini dalam meraih capaian tersebut sebagian besar didukung oleh investasinya di OpenAI, produsen ChatGPT.

Perusahaan ini secara luas dianggap sebagai pemimpin dalam perlombaan menguasai pasar pengembangan kecerdasan buatan generatif (AI), bersaing dengan raksasa teknologi lainnya seperti Google (Alphabet), Amazon.com, Oracle, dan Meta Platforms (Facebook).

Pemanfaatan teknologi OpenAI memungkinkan Microsoft untuk meluncurkan versi terbaru dari produk andalannya, seperti perangkat lunak produktivitas unggulannya dan mesin pencari Bing. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing Microsoft terhadap dominasi penawaran pencarian Google.

Sementara Microsoft terus menunjukkan pertumbuhan positif, Apple menghadapi tantangan dengan melambatnya permintaan untuk produk iPhone nya, terutama di pasar Cina.

Untuk mengatasi hal ini, Apple bahkan memberikan diskon langka kepada pelanggan guna meningkatkan penjualan, di tengah persaingan sengit dengan pesaing dalam negeri seperti Huawei Technologies.

Analisis menyatakan bahwa optimisme terhadap kecerdasan buatan (AI) merupakan salah satu pendorong kenaikan nilai saham Microsoft. Para analis menyebut bahwa Apple tampaknya tidak memiliki “cerita AI yang jelas”, selain dari kekhawatiran tentang pertumbuhan dan penetrasi penjualan iPhone.

Dari segi prediksi, 54 analis yang meliput saham Microsoft menetapkan target harga rata-rata sebesar USD425, meningkat dari USD415 sebulan sebelumnya. Dengan rekomendasi rata-rata “beli” ini mencerminkan keyakinan tinggi analis terhadap kinerja saham Microsoft.

Baca juga: 5 Hal Yang Bisa Kamu Lakukan di AI Terbaru Microsoft

Pada tahun 2023, saham Microsoft mengalami kenaikan hampir 57%, sementara pada tahun ini, hingga saat ini, sahamnya naik 7%.

Di sisi lain, saham Apple hanya tumbuh sekitar 1% sepanjang tahun ini, setelah mengalami kenaikan sebesar 48% pada tahun sebelumnya.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *