MIT Ciptakan Alat untuk Pantau Pasien COVID-19 dari Jauh

MIT  ciptakan alat  untuk pantau pasien COVID-19 dari jauh.

MIlenianews.com – Pandemi virus corona atau Covid-19 masih berlanjut. Rumah sakit diseluruh dunia berusaha mencegah kepadatan yang berlebihan dan menjaga petugas kesehatan tetap dalam keadaan aman. MIT  turut berkontribusi bantu cegah covid-19, dengan ciptakan alat  untuk pantau pasien COVID-19 dari jauh.

Menurut Centers for Disease Control (CDC), lebih dari 9.000 petugas kesehatan si Amerika Serikat telah tekena Covid-19, dan setidaknya 27 orang telah meninggal.

Dilansir dari Tek.id(16/4) Engadget  menyebutkan bahwa tim Computer Science and Artificial Intelligence Laboratory(CSAIL) MIT mengembangkan monitor jarak jauh yang memungkinkan dokter memantau pasien. Ini adalah cara untuk mengatasi masalah penularan Covid-19.

Perangkat ini dinamakan Emerald, bentuknya seperti router WiFi besar dan dipasang di dinding. Perangkat ini memancarkan sinyal nirkabel, yang memantul dari pasien. MIT Ciptakan alat ini untuk pantau prilaku pasien covid-19. Setelah memantulkan sinyal nirkabel, alat ini menggunakan AI untuk menganalisis pola-pola dan menyimpulkan laju pernapasan, pola tidur, dan pergerakan seseorang.

Emerald diklaim cukup sensitif untuk mendeteksi pergerakan dada (yang diterjemahkan menjadi tingkat pernapasan). Perangkat ini dapat mengetahui kapan seorang pasien mengalami kesulitan bernapas atau tidak. Kemudian semua info tersebut dapat diakses oleh seorang dokter dari jarak jauh.

Baca Juga : Heboh Carrimycin sebagai Obat Manjur untuk Covid-19

MIT Ciptakan Alat untuk Pantau Perilaku Pasien COVID-19

Emereld nantinya akan dipasang di fasilitas bantuan kesehatan, untuk memantau pasien Covid-19 dari jarak jauh. Ketika pasien pulih, sistem mendeteksi bahwa kecepatan napasnya menurun dari 23 menjadi 18 napas per menit, tidurnya membaik dan dia berjalan lebih cepat di sekitar apartemennya.

“Emerald dapat memberikan data kesehatan penting tanpa kontak dengan pasien. Cara ini dapat meminimalkan risiko dokter dan perawat terkena virus corona dari pasien mereka,” kata asisten profesor psychiatry di Harvard Medical School, Dr. Ipsit Vahia.

Emerald dapat memungkinkan pasien yang tidak parah untuk tetap tinggal di rumah tetapi di bawah pengawasan penyedia layanan kesehatan. Di masa mendatang, Emerald dapat digunakan untuk memantau kondisi lain, seperti kecemasan, insomnia dan sleep apnea.

https://youtu.be/UVRfHUtr5ps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *