Milenianews.com – Beberapa waktu lalu banyak pemberitaan tentang Elon Musk yang akan mengakuisisi Twitter. Namun tampaknya Elon Musk semakin serius ingin batalkan rencana akuisisi Twitter. Ia sebelumnya mengumumkan untuk menunda pengambilalihan pada Mei lalu lewat Twitter. Sehingga sekarang Musk mengambil langkah yang lebih resmi melalui surat yang terpublikasi di situs web Komisi Sekuritas dan Bursa AS.
Surat tersebut pengacara Mike Ringler tulis dengan atas nama Musk, kepada Chief Legal Officer Twitter Vijaya Gadde. Dalam surat tersebut, Twitter pihak Musk mengklaim jika Twitter tidak mematuhi persyaratan perjanjian akuisisi. Ini juga menegaskan bahwa Musk memiliki hak untuk membatalkan akuisisi dan mengakhiri perjanjian.
Baca Juga : Pemegang Saham Twitter Tuduh Elon Musk Manipulasi Harga Saham
“Ini jelas merupakan pelanggaran material terhadap kewajiban Twitter berdasarkan perjanjian merger dan Tn. Musk memiliki semua hak yang dihasilkan darinya, termasuk haknya untuk tidak menyelesaikan transaksi dan haknya untuk mengakhiri perjanjian merger,” tulis pengacara yang mewakili Musk kepada perusahaan.
Elon Musk ingin batalkan akuisisi Twitter karena masalah kepercayaan. Seperti kita ketahui, masalah ini berawal ketika Musk meminta data akun spam kepada Twitter. Namun, Musk meragukan angka yang Twitter berikan. Ia juga mengklaim perusahaan tersebut telah memanipulasi angka akun bot atau spam di platform.
Musk kemudian menuntut agar Twitter menyerahkan informasi tentang metodologi pengujiannya. Ini untuk menguatkan klaim bahwa akun bot dan palsu kurang dari 5% dari basis pengguna aktif platform.
Baca Juga : Ambisi Elon Musk pada Twitter Ancam Anjloknya Saham Tesla
Lebih lanjut, surat menegaskan perjanjian akuisisi yang menyatakan Twitter harus menyediakan data dan informasi yang Musk minta sehubungan dengan penyelesaian transaksi.
Akan tetapi, perusahaan menolak memberikan data karena takut Musk akan membeberkan analisisnya sendiri.
Sementara itu, di lain sisi, CEO Twitter Parag Agrawal mengatakan, “Twitter telah dan akan terus bekerja sama berbagi informasi dengan Musk untuk menyelesaikan transaksi sesuai dengan ketentuan perjanjian merger”