Milenianews.com, Jakarta – Mahasiswa Universitas Nusa Mandiri kembali membuat karya, yang bisa bermanfaat oleh banyak kalangan. Ravi Zulfikar, berhasil membuat sebuah aplikasi yang diberi nama ‘Zivar.IOT’
Berawal dari seminar Internet of Things (IoT) yang digelar oleh kampus Universitas Nusa Mandiri, membuatnya tertarik untuk mendalami ilmu tersebut hingga tercetuslah karya ini. Aplikasi berbasis android yang diciptakannya, bisa memnitoring suhu dan kelembapan suhu secara realtime.
“Cara kerjanya adalah untuk memonitoring suhu dan kelembapan secara realtime, yang nantinya akan bisa dilihat melalui web maupun aplikasi android. Manfaat dari karya ini agar bisa menjaga suhu di setiap ruangan. Begitu juga dapat mendeteksi dini jika terjadi kebakaran akibat adanya kenaikan suhu, jika temperatur telah melebihi 30 derajat Celcius. Maka Zivar.IOT akan memberikan notifikasi via telegram ataupun email,” ujar Ravi, Jumat (11/09).
Zivar.IOT disiapkan untuk Gemastik Nasional
Ravi pun dicanangkan akan mengikuti lomba Gemastik menjadi salah satu delegasi dari kampus Universitas Nusa Mandiri. Selain itu, ia tak merasa cukup puas atas apa yang telah dicapainya. Dan selalu terdorong untuk membuat sesuatu yang lebih lagi.
“Saya tidak pantang menyerah dan harus percaya diri agar bisa fokus untuk meningkatkan karya ini, apalagi lomba Gemastik Nasional bersaing dengan ribuan peserta yang berasal dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia semakin membuat saya merasa terpancing untuk semakin giat belajar,” tutur mahasiswa semester 5 jurusan Teknik Informatika ini.
Baca Juga : Mahasiswa Universitas Nusa Mandiri lolos KBMI Kemendikbud 2020
Arif Hidayat selaku Bidang Kemahasiswaan Universitas Nusa Mandiri menilai bahwa pengamatan pada kebutuhan lingkungan sekitar, kreativitas dan kemauan akan membawa seseorang pada raihan inovasi dan prestasi.
“Sang juara Pra Gemastik ini memiliki hal-hal tersebut sehingga dapat menggapai juara pertama. Peraih juara lomba Gemastik bukan hanya berhasil mengalahkan lawannya, tapi juga berhasil memecahkan kebuntuan kreativitas yang membelenggu,” jelas Arif. (Lady Agustine)