Milenianews.com, Gorontalo– Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbud-Ristek RI) menggelar Workshop Pendidikan Sosialisasi Kurikulum Merdeka bertempat di Aston Gorontalo Hotel & Villas, Rabu (21/8/2024).
Pada kesempatan tersebut, Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikbud-Ristek RI Dr. Yogi Anggraena, menyampaikan bahwa implementasi kurikulum merdeka di provinsi Gorontalo memang saat ini hampir tembus 100 persen. “Kita mengucapkan terimakasih kepada Dinas Pendidikan Kota Gorontalo, dan Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo,” kata Dr. Yogi Anggraena dalam rilis yang diterima Milenianews.com.
Selanjutnya, Yogi menekankan bahwa Kurikulum Merdeka menitikberatkan pada pelatihan secara mandiri, dengan harapan setiap guru dapat memahami dengan baik. “Untuk itu, Kemendikbudristek menyediakan Platform Merdeka Mengajar (PMM) yang memuat berbagai contoh Perangkat Ajar,” tuturnya.
“Disamping itu, Kemendikbud, melalui Pusat Kurikulum dan Pembelajaran juga menyediakan berbagai panduan, antara lain: Panduan Pembelajaran dan Asemen, Panduan Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan, Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pancasila, selengkapnya dapat diakses melalui laman Sistem Informasi Kurikulum Nasional (SIKN) berikut https://kurikulum.kemdikbud.go.id.,” ujarnya menambahkan.
Sementara itu Anggota Komisi X DPR RI, El Nino M. Husein Mohie menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang sangat bermanfaat ini. Menurutnya, kegiatan ini merupakan hal penting yang perlu diperhatikan terutama dalam penerapan kurikulum merdeka kedepannya.
“Di Gorontalo hampir 100 persen penerapannya dan ini tentunya sangat cocok dengan anak didik saat ini,” kata El Nino dalam sambutan pembukaan kegiatan. Terkait dengan itu, menurut El Nino, ada yang harus diingat, yaitu pendidikan bikin pintar murid, namun jangan bikin susah guru.
Hadir juga sebagai narasumber Zulfikri Anas, dosen FKIP Universitas Terbuka, yang sebelumnya juga sebagai Plt. Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran periode (November 2021 s.d. Mei 2024). “Kurikulum Merdeka memiliki tujuan untuk mewujudkan pembelajaran yang bermakna dan efektif dalam meningkatkan keimanan, ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan akhlak mulia serta menumbuhkembangkan cipta, rasa, dan karsa Peserta Didik sebagai pelajar sepanjang hayat yang berkarakter Pancasila,” kata Zulfikri Anas.
Baca Juga : AYPI Hadiri Undangan Menteri Pendidikan Rilis Kurikulum Merdeka
Lebih jauh Zulfikri menegaskan bahwa salah satu karakteristik pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka adalah memprioritaskan terjadinya kemajuan belajar peserta didik dibandingkan cakupan dan ketuntasan muatan kurikulum yang diberikan; dan mengacu pada refleksi atas kemajuan belajar peserta didik yang dilakukan secara kolaboratif dengan pendidik lain.
“Artinya, inilah saatnya kita mengembalikan pendidikan kepada fungsi yang sebenarnya, yaitu lebih memahami dan mengutamakan kebutuhan peserta didik daripada sekedar menyampaikan materi kurikulum dan kepatuhan administrasi,” ujarnya.