Ustadz Cholidi Asadil Alam: Jangan Ragu Memasukkan Anak ke Sekolah Islam

Ustadz Cholidi Asadil Alam menyampaikan tausiyah pada acara milad ke-25 Sekolah Islam Al-Iman, Bojonggede, Bogor, Sabtu (27/4/2024).  Ia menekankan pentingnya berbakti kepada orang tua dan guru. (Foto: Dok Sekolah Islam Al-Iman)

Milenianews.com, Bogor– Bagi setiap pelajar, sukses di masa depan adalah impian dalam hidupnya. Sejak di bangku sekolah, cita-cita tinggi telah mereka gantungkan untuk diwujudkan di masa depan.  Namun, sukses saja tidak cukup, tapi hidup juga harus selamat.

Demikian yang disampaikan oleh Ustadz Cholidi Asadil Alam dalam tausiyahnya pada Milad Sekolah Islam Al-Iman yang ke-25, di Sekolah Islam Al-Iman Bojonggede, Bogor,  Sabtu (27/4/2024) lalu. “Pesan orang tua saya, sukses saja tidak cukup. Kita harus selamat dulu baru sukses. Soalnya sekarang banyak orang sukses tapi tidak selamat. Jabatan tinggi, harta melimpah, tapi tiba-tiba tersangkut kasus korupsi,” ujar Ustadz Cholidi Asadil Alam dalam rilis yang diterima Milenianews.com.

Baca Juga : Sekolah Islam Al-Iman Gelar Syukuran Milad Ke-25, Undang Ustadz Cholidi Asadil Alam

Oleh karena itu, Ustadz Cholidi menekankan pentingnya sekolah Islam sebagai pusat pendidikan yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan tetapi juga menanamkan adab dan akhlak yang mulia. “Jangan ragu memasukkan anak ke sekolah Islam. Lembaga pendidikan Islam adalah solusi untuk menyiapkan generasi yang sukses dunia dan akhirat,” ujarnya.

Ustadz Cholidi yang terkenal sebagai pemeran Azam pada film Ketika Cinta Bertasbih ini kemudian berkisah tentang apa yang dia raih saat ini. Menurutnya, apa yang dia capai saat ini bukan semata-mata karena kecerdasannya, tapi lebih karena baktinya kepada orang tua dan guru.

“Setiap akan melakukan sesuatu saya selalu meminta ridho dari orang tua saya. Selain itu saya juga berupaya selalu takzim dan menjaga silaturahim dengan para guru. Ketika SMP setiap lebaran saya selalu berkunjung kepada guru saya. Sampai sekarang kebiasaan itu selalu saya lakukan jika pulang kampung,” ujar ustadz yang merupakan cucu dari seorang kyai pengelola pesantren di Pasuruan ini.

Baca Juga : Guru Al-Iman Siap Implementasikan Kurikulum Merdeka

Ustadz Cholidi berharap kisahnya ini bisa memberi inspirasi bagi murid-murid di Al-Iman. “Selalulah berbakti kepada orang tua dan jangan memutus silaturahim dengan guru,” tukasnya pada kegiatan yang juga dihadiri oleh alumni guru dan siswa Sekolah Islam Al-Iman itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *