Milenianews.com, Bogor—SD Bina Insani menggelar acara graduation (pelepasan peserta didik kelas VI) angkatan ke-33 di Swiss-Belcourt Bogor, Sabtu (22/6/2024). Acara tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Drs. Irwan Riyanto, M. Si; Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kota Bogor, Hj. Rini Mulyani, M. Pd.; Pengawas Pembina SD Kecamatan Tanah Sareal, Ibu Siti Nur Hamidah, M. Pd; Pengawas Pendidikan Agama Islam Kemenag, Sumiah, M. Ag.; PIC of Bosowa School, Eko Ariyanto beserta jajarannya; para principal di lingkungan Sekolah Bosowa Bina Insani; dan para ketua PABBI (Parents Association Bosowa Bina Insani) di lingkungan Sekolah Bosowa Bina Insani.
“Siswa SD Bina Insani angkatan ke-33 berjumlah 81 orang. Alhamdulillah lulus 100 persen,” kata Kepala SD Bina Insani Eka Rafikah saat memberikan kata sambutan.
Eka Rafikah menambahkan, angkatan ke-33 adalah lulusan yang akan hidup di zaman baru yang sejak awal dituntut untuk menguasai teknologi informasi dan komunikasi yaitu ketika adanya pandemi Covid 19. Dengan adanya pandemi Covid – 19, mengharuskan pembelajaran dilakukan secara Daring (Dalam Jaringan) atau Luring (Luar Jaringan) dengan sistem Belajar Dari Rumah (BDR) atau PJJ (Pembelajaran Jarak jauh).
“Meskipun demikian teman-teman (panggilan guru kepada siswa-siswi Sekolah Bosowa Bina Insani, Red) masih mampu belajar dengan maksimal. Prestasi yang membanggakan ini, tentu berkat kerja keras dan kesungguhan kita semua dalam melakukan proses belajar dengan menitikberatkan peran orang tua sebagai pengawas belajar mandiri anak. Kami pihak sekolah mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada orang tua yang telah membantu kelancaran proses belajar dari rumah. Semoga kesungguhan dan jerih payah Ibu dan Bapak sekalian akan mendapatkan balasan kebaikan yang berlipat ganda dari Allah SWT,” kata Eka Rafikah dalam rilis yang diterima Milenianews.com.
Ia menambahkan, era industri saat ini dicirikan dengan terintegrasinya perangkat otomatisasi dengan internet pada semua aktivitas manusia. Hampir tidak ada aktivitas kehidupan manusia yang tidak terintegrasi dengan internet. Hal demikian setiap orang dituntut memiliki kemampuan untuk hidup di zaman serba internet.
“Di sisi lain, pendidikan karakter juga menjadi hal utama yang harus ditanamkan, ditumbuhkan dalam diri putra/putri. Berpengetahuan saja tidak lah cukup untuk bekal hidup. Kemampuan lain yang dibutuhkan adalah kemampuan komunikasi yang baik dengan warga dunia, kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan mampu membangun kolaborasi. Oleh karena itu asahlah kemampuan diri dalam mempersiapkan masa depan kalian masing masing,” paparnya.
Bangun Sarpras
Dalam kesempatan tersebut, PIC Bosowa School Eko Ariyanto mengungkapkan, SBBI tiap semester memperbaiki/membangun sarana/prasarana (sarpras) sekolah terkait aspek pembelajaran dan keselamatan. “Saat ini kami sedang memperbaiki sarpras TK,” ujarnya.
Ia menambahkan, Sekolah Bosowa Bina Insani mengusung tagline sekolah terintegrasi. “Kurikulum kami terintegrasi dari PAUD sampai kelas 12 SMA. Bapak Ibu tidak perlu perlu repot-repot memilih sekolah untuk anak dari PAUD sampai SMA, silakan pilih Sekolah Bosowa Bina Insani,” katanya.
Ia juga mengatakan, SMA Bosowa Bina Insani tidak hanya meluluskan siwa, tapi juga mengantarkan mereka ke Perguruan Tinggi (PT) terbaik.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Drs. Irwan Riyanto, M. Si berpesan kepada para siswa angkatan ke-33 agar terus belajar. “Ilmu harus terus diraih dengan cara belajar. Apa yang kita rasakan atau nikmati hari ini hasil pendahulu kita. Apa yang kita lakukan hari ini akan dinikmati penerus kita,” kata Irwan.
Baca Juga : GAS SD Bina Insani: Ruang Berkarya dan Berinovasi Anak
Ia juga mengatakan, “Saya sarankan anak-anak SD Bina Insani yang hari ini lulus melanjutkan ke SMP Bosowa Bina Insani.”
Di akhir sambutannya, Irwan mengatakan, “Perjalanan kalian masih panjang. SMP 3 tahun, SMA 3 tahun. Kuliah 4 tahun, bahkan ada yang sampai 7 tahun.”