Raker dan Upgrading Tenaga Pendidik, Bosowa School Perkuat Pembuatan Modul Ajar dan Model Project

Bosowa School mengadakan raker dan upgrading tenaga pendidik, antara lain membahas pembuatan modul ajar dan model project Bersama Farah Ariani M.Pd dari Kemendikburistek. (Foto-foto: Dok Bosowa School)

Milenianews.com, Bogor – Bosowa School menggelar rapat kerja (raker) dan upgrading tenaga pendidik Sekolah Bosowa Bina Insani (SBBI) Bogor, Sekolah Bosowa Al-Azhar Cilegon (SBAC), serta Sekolah Alam Bosowa (SAB) Makassar dan Bosowa School Makassar (BSM).  Raker dan upgrading itu dilaksanakan secara online  selama lima  hari, Senin-Jumat, 2-6 Januari 2023.

Salah satu materi raker dan upgrading itu adalah Pembuatan Modul Ajar dan Model Project bersama Farah Ariani, M.Pd dari Kemendikbudristek. Ia membawakan makalah berjudul “Pengembangan Modul Ajar Kurikulum Merdeka”.

Baca Juga : Raker dan Upgrading Tenaga Pendidik  Bosowa School Perkuat  Model Pembelajarann Sentra

Farah mengawali pemaparannya dengan membahas pengertian projek penguatan profil pelajar Pancasila. “Berdasarkan Kepmendikbudristek No. 262/M/2022, Projek penguatan profil pelajar Pancasila merupakan kegiatan kokurikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan pencapaian kompetensi dan karakter sesuai  dengan profil pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan  Standar  Kompetensi Lulusan. Pelaksanan projek penguatan profil pelajar Pancasila  dilakukan secara fleksibel, dari segi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaan,” kata Farah Ariani.

Empat Prinsip

Ia menyebutkan, ada empat prinsip pengembangan projek penguatan profil pelajar Pancasila. Yakni, holistik  (memandang sesuatu secara utuh dan  menyeluruh), kontekstual (berdasarkan pada pengalaman nyata yang dihadapi dalam keseharian), berpusat pada peserta didik, dan eksploratif.

Ia lalu membeberkan contoh tahapan perencanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila di satuan pendidikan. Alurnya sebagai berikut: membentuk tim fasilitator projek penguatan profil pelajar Pancasila; mengindentifikasi tingkat kesiapan satuan pendidikan;  merancang dimensi, tema, dan alokasi waktu projek penguatan profil pelajar Pancasila; menyusun modul projek; dan merancang strategi pelaporan hasil projek. “Perencanaan ini dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi satuan Pendidikan,” ujar Farah.

Ia lalu mencontohkan tema-tema projek penguatan profil pelajar Pancasila. Yakni, kearifan lokal (jenjang SD-SMA/SMK), rekayasa dan teknologi (jenjang SD-SMA/SMK), kewirausahaan (SD-SMA/SMK), gaya hidup berkelanjutan (SD-SMA/SMK), bangunlah jiwa dan raganya (SD-SMA/SMK), dan suara demokrasi (SMP-SMA/SMK).

Terkait projek penguatan profil pelajar Pancasila di PAUD, Farah menjelaskan, penguatan profil pelajar Pancasila di PAUD dilakukan dalam konteks perayaan tradisi lokal, hari besar nasional dan internasional. Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila menggunakan alokasi waktu kegatan di PAUD.

Baca Juga : Tebar Optimisme Tahun 2023, Bosowa School Gelar Raker dan Upgrading Tenaga Pendidik

“Tidak ada rapor tersendiri untuk projek di PAUD. Proses projek diharapkan dapat muncul dalam portofolio atau catatan asesmen anak,” ujar Farah.

Ia lalu menyebutkan tema projek penguatan profil pelajar Pancasila di satuan pendidikan PAUD. Yakni, aku sayang bumi, aku cinta Indonesia, kita semua bersaudara, serta imajinasi dan kerativitasku.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *