Milenianews.com, Tangerang Selatan (Tangsel)— Siswa SMA Negeri 1 Namohalu Esiwa, Pulau Nias, Sumatera Utara, Elfifian Kristiani Harefa, berhasil meraih Juara Pertama Lomba Esai Nasional 2025 yang diadakan oleh Universitas Terbuka (UT). Kemenangan Elfifian Kristiani Harefa diputuskan dalam Rapat Pleno Penetapan Pemenang Lomba Esai Tingkat SMA/SMK Sederajat oleh Tim Dewan Juri yang diketuai Prof. Dr. Rhini Fatmasari, S.Pd., M.Sc., dan beranggotakan: Irwan Kelana, Teguh Prakoso dan Mohamad Adning, di Kampus UT, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu, 27 Agustus 2025.
Rapat Pleno itu juga menetapkan Khairi Nur Ahyan, siswa SMAIT Anak Soleh Matam, Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai Juara Kedua, dan Halwa Sakina Nafisa, siswa MA Taufiqi, Bogor, Jawa Barat, sebagai Pemenang Ketiga. Dewan Juri juga menetapkan Favorit 1, Favorit 2, dan Favorit 3, serta Harapan 1 dan Harapan 2.
Selain penilaian karya, para finalis juga diharuskan melakukan presentasi secara daring di hadapan Dewan Juri. “Tidak mudah bagi Dewan Juri untuk menentukan Juara I, II, III dan seterusnya. Sebab, karya para peserta sangat bagus dan menarik. Apalagi ditambah dengan kepiawan mereka dalam melakukan presentasi secara langsung di depan para Dewan Juri,” kata Prof. Rhini Fatmasari, sesuai Rapat Pleno Penetapan Pemenang.
Penanggung Jawab Penjurian, Jaka Warsihna mengatakan, Lomba Esai Nasional Tingkat SMA/SMK Sederajat Tahun 2025 mengambil tema “Belajar Online, Siapa Takut”. Lomba yang diadakan oleh Lembaga Penelitan dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Terbuka ini merupakan lomba esai yang keempat kali digelar oleh Universitas Terbuka.
“Setiap tahun, Lomba Esai Nasional yang diadakan oleh Universitas Terbuka selalu mampu menarik minat para pelajar dari seluruh wilayah di Indonesia. Tahun ini, jumlah peserta melampaui 1.700 orang, tersebar di 38 provinsi,” kata Jaka Warsihna.
Jaka menambahkan, tujuan Universitas Terbuka mengadakan Lomba Esai Nasional adalah memperkenalkan kuliah online kepada masyarakat bahwa kuliah online itu bukan alternatif kuliah, tapi sebuah pilihan. “Kuliah online bukanlah pengganti kuliah tatap muka, tapi pilihan. Dan dengan kemajuan teknologi saat ini, serta dengan kondisi masyarakat yang beragam, maka kuliah online menjadi pilihan yang dilakukan dengan penuh kesadaran,” ujarnya.
Hal itu dibuktikan oleh survei yang dilakukan oleh Universitas Terbuka. “Survei Universitas Terbuka menunjukkan lebih 50 persen mahasiswa Universitas Terbuka saat ini berada pada rentang usia 25-30 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa mereka memutuskan kuliah online (kuliah di Universitas Terbuka) sebagai pilihan, bukan alternatif,” ujar Jaka.
Sementara itu, terkait karya-karya yang masuk, kata Jaka, lomba ini sekaligus menunjukkan bahwa para siswa (remaja) tidak seperti anggapan sebagian orang selama ini, bahwa mereka mageran, kurang peduli, kurang rajin belajar dan membaca, serta kurang update terhadap informasi yang berkembang.
“Lomba ini membuktikan bahwa para remaja Indonesia mempunyai penguasaan teknologi yang sangat bagus. Mereka juga kreatif dan rajin membaca. Apalagi salah satu syarat penulisan esai dalam lomba ini adalah harus diperkaya dengan referensi minimal lima bacaan, baik buku, jurnal, berita maupun referensi lainnya. Salah satu hal yang membanggakan bahwa tidak sedikit peserta yang memperkaya tulisan esainya dengan membaca dan mengutip jurnal internasional,” papar Jaka Warsihna.
Daftar Pemenang Lomba Esai Nasional Tingkat SMA/SMK Sederajat Tahun 2025
Juara 1 : Elfifian Kristiani Harefa (SMA Negeri 1 Namohalu Esiwa, Pulau Nias, Sumatera Utara)
Juara 2 : Khairi Nur Ahyan (SMAIT Anak Soleh Matam, Nusa Tenggara Barat)
Juara 3 : Halwa Sakina Nafisa (MA Taufiqi, Bogor, Jawa Barat)
Juara Favorit 1: Nanda Apriana Jafar (MAN Insan Cendekia Gorontalo, Provinsi Gorontalo)
Juara Favorit 2 : Ivana Alya Fitriyani (MA Matholi’ul Huda, Bugel, Jawa Tengah)
Juara Favorit 3: Artalitaningrum (SMA Negeri 2 Salatiga, Jawa Tengah)
Harapan 1 : Arlyta Dwi Yohana Ambarita (SMAN 5 Medan, Sumatera Utara)
Harapan 2 : Al Mutmainnatul Musfiroh (SMK Negeri 1 Pasuruan, Jawa Timur)