Milenianews.com, Jakarta – Odysee Education menandatangani perjanjian kerja sama dengan Ikatan Guru Indonesia (IGI) pada peringatan Hari Guru Nasional dan Hari Ulang Tahun Ke-14 IGI pada Minggu (26/11). Melalui kerja sama ini, Odysee membantu hampir 200 ribu anggota IGI dalam mengembangkan kompetensi mereka.
Dalam meningkatkan kualitas pendidikan, Odysee meningkatkan kualifikasi melalui platform digital Odysee Education. Bertujuan untuk memenuhi visi kedua belah pihak, Odysee ingin membangun pendidikan di Indonesia secara menyeluruh dari segi pengajarnya.
Baca juga : Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, Cyber University Sukses Gelar RTM
Benedict Christiano Alfin selaku CEO Odysee Education mengungkapkan bahwa konsultan Odysee telah membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan berkarya. Selain itu mereka juga mendirikan dan memimpin sekolah-sekolah di Indonesia serta membantu meningkatkan mutu pendidikan melalui sistem manajemen sekolah.
Banyak guru yang pensiun, hingga kekurangan tenaga pengajar
Alfin juga mengatakan bahwa saat ini sulit untuk menemukan pengajar yang sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan sekolah.
“Berdasarkan data statistik yang kami miliki, Indonesia diprediksi akan kekurangan guru hingga 1.3 juta orang di tahun 2024 karena banyaknya guru pensiun,” ujarnya.
Maka dari itu, Odysee Education hadir untuk membangun sebuah jaringan digital melalui platform website. Pada platform tersebut, sekolah dan guru akan tergabung dan dapat memfasilitasi pelatihan-pelatihan.
Selain itu juga bisa melakukan rekrutmen guru ke sekolah-sekolah agar terbentuk peningkatan kualitas dan pemerataan jumlah guru di seluruh Indonesia.
Baca juga : Peringati Hari Guru Nasional, Amanah Takaful Bagikan 1.000 Amanah Card dan Al-Qur’an
Berdasarkan data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi pada 2022, Indonesia masih kekurangan guru hingga 781 ribu orang.
Ketersediaan guru hingga saat ini masih menjadi masalah di sektor pendidikan. Adanya penyebaran guru yang tidak merata, membuat memperparahnya kondisi itu.
Tidak adanya pemerataan tersebut terlihat terutama di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T). Selain itu, Kemendikbudristek juga mencatat, masih ada 288 kecamatan di Indonesia yang tidak memiliki SMP dan 681 kecamatan tak punya SMA.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.