Milenianews.com, Perth- Kerja sama pendidikan dan penelitian antara Indonesia dan Australia terus ditingkatkan. Kepentingan yang sama untuk melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas di kawasan mendorong kedua negara untuk lebih memperkuat kolaborasi antar perguruan tinggi Indonesia dan Australia.
Dalam kunjungan kerja ke Perth, Australia Barat, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Canberra, Mukhamad Najib bertemu dan berdiskusi dengan Wakil Rektor bidang Internasional Murdoch University, Kelly Smith pada Senin (20/3/2023). Dalam pertemuan yang berlangsung di gedung rektorat Murdoch University ini, Atdikbud Najib menjelaskan adanya peluang-peluang yang terbuka lebar bagi Murdoch University untuk menjalin kerja sama dengan universitas di Indonesia.
Saat ini, menurut Najib, pemerintah mendorong universitas di Indonesia untuk melakukan kolaborasi dengan universitas di luar negeri, baik dalam bidang penelitian maupun pendidikan. Bahkan pemerintah Indonesia memberikan dukungan dengan menyediakan pendanaan dalam pelaksanaan program-program internasional, seperti program mobilitas internasional bagi mahasiswa dan dosen, program riset internasional, maupun pembiayaan untuk mendatangkan professor bertaraf internasional untuk mengajar di Indonesia.
“Kami ingin meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk kualitas pendidikan tinggi. Kolaborasi dengan berbagai universitas di dunia sangat didorong dan tentunya difasilitasi oleh pemerintah. Oleh karena itu Murdoch University juga dapat memanfaatkan peluang ini. Tentu bukan sekedar untuk menarik mahasiswa, melainkan pengembangan kerja sama yang lebih substansial yang mampu memberikan manfaat bersama bagi Indonesia dan Australia,” jelas Najib.
Baca Juga : Para Guru di Canberra, Australia Ikuti Lokakarya Sehari Bahasa Indonesia
Isu-isu ketahanan pangan, perubahan iklim, pembangunan berkelanjutan, energi hijau dan kesehatan, menurut Najib merupakan isu penting yang saat ini perlu dihadapi bersama oleh Indonesia dan Austalia. Kerjasama penelitian dalam bidang-bidang tersebut akan sangat bermanfaat untuk dilakukan oleh Murdoch dengan universitas di Indonesia.
Indonesia Jadi Prioritas Kerja Sama
Menanggapi hal tersebut, Kelly Smith menjelaskan bahwa saat ini Murdoch University telah memiliki kerja sama dengan beberapa universitas di Indonesia, khususnya dalam bidang penelitian. Namun, untuk bidang pendidikan seperti adanya program join degree atau double degree saat ini belum ada dengan Indonesia.
“Kami memiliki beberapa kampus di luar negeri, salah satunya di Singapura. Meski saat ini sudah ada kerja sama dengan beberapa universitas di Indonesia, Murdoch University memerlukan lebih banyak lagi universitas mitra di berbagai negara. Indonesia memiliki sangat banyak universitas, oleh karena itu Indonesia jadi prioritas bagi Murdoch untuk menjalin kerja sama”, ungkap Kelly.
Kelly juga menjelaskan bahwa di Murdoch saat ini masih ada program studi Indonesia dan masih ada kelas-kelas bahasa Indonesia di Murdoch University. Murdoch berharap dapat lebih kuat lagi mempromosikan bahasa Indonesia dan program studi Indonesia. Untuk itu Murdoch juga berharap bisa mendapatkan dukungan dari pemerintah Indonesia.
Sebagai informasi, di kampus Murdoch terdapat Pendopo Indonesia yang lengkap berisi alat musik tradisional Indonesia seperti angklung dan gamelan. Hal ini sekaligus menunjukkan bagaimana Murdoch University memandang Indonesia sebagai negara yang penting.
Baca Juga : Kuliah Umum di Universitas Fort De Kock, Atdikbud Bagikan Peluang Kuliah dan Bekerja di Australia
Mengenai kerja sama penelitian, menurt Kelly, Murdoch University juga memiliki kapasitas dalam penelitian berkaitan dengan ketahanan dan keamanan pangan. “Saat ini kami juga mendapatkan hibah yang besar untuk penelitian yang berkaitan dengan bio security. Tentu ini sangat relevan juga dengan Indonesia, sehingga dapat juga dijajaki kerja sama penelitian dalam bidang tersebut,” tutup Kelly.