Menggali Potensi Desa Kemang Bogor yang Masih Jauh dari Infrastruktur Sampai Sarana Pendidikan yang Layak

bsi explore 2025 di desa kemang bogor

Infrastruktur dan akses layanan

Sementara itu, kondisi infrastruktur di Desa Kemang tergolong cukup memadai untuk kebutuhan dasar masyarakat. Sumber air bersih di desa ini berasal dari sumur alami yang merata dan bisa diakses oleh semua warga.

Alhamdulillah, air bersih aman, semua warga bisa mendapatkan air dari sumur, tidak ada yang kekurangan,” ungkap Hamid.

Ketersediaan listrik juga tidak menjadi masalah di Desa Kemang, dan pelayanan listrik di desa tersebut berjalan lancar tanpa gangguan besar. Selain itu, jarak akses ke fasilitas kesehatan, kantor desa, sekolah, dan fasilitas umum lainnya sangat dekat. Menurut Hamid, fasilitas- fasilitas ini berada dalam jangkauan sekitar 10 meter dari pusat desa. Dengan adanya jasa transportasi umum, sangat memudahkan warga untuk mengakses layanan tersebut dengan mudah.

“Di sini Desa Kemang itu puskesmas, kantor kecamatan, sama kantor desa itu jaraknya sekitar 10 meter, ya hitungan menitlah, karena masih satu wilayah,” jelas Hamid.

Namun, Desa Kemang juga memiliki beberapa tantangan infrastruktur, terutama terkait jalan poros. Jalan poros adalah jalan yang menghubungkan antar desa, yang memudahkan masyarakat desa untuk mengakses layanan penting seperti pendidikan, kesehatan, dan kegiatan perekonomian.

Desa ini sedang dalam proses pengajuan dana pembangunan sepanjang 200 meter dan lebar 3 meter yang mencangkup wilayah RT 01/RW 10 sampai RT 04/RW 08. Meskipun pengerjaan jalan masih dalam tahap awal dan dilakukan secara swadaya oleh warga, mereka berharap adanya bantuan dana dari pemerintah yang dijanjikan pada tahun 2026 untuk melanjutkan pengerasan dan perbaikan jalan.

“Kami lagi proses pembuatan jalan poros, itu memang sedang kami kerjakan. Sepanjang 200 meter dan lebar 3 meter, itu tembus dari RT saya ke RT 04/ RW 08, karena kami lagi menunggu anggaran dari dana desa. Kami dijanjikan nanti tahun 2026,” jelas Hamid.

Pembuatan jalan ini sudah bisa dilalui oleh masyarakat dan beberapa kendaraan, seperti motor dan mobil. Pembuatan jalan yang dilakukan oleh masyarakat setempat menggunakan alat seadanya sambil menunggu bantuan tambahan dari dana desa terkait pengerasan dan perapihan jalan.

“Kalau jalan sudah terbentuk, cuma kami tinggal menunggu pengerasan, selama ini dikerjakan sama masyarakat saja dulu. Alhamdulillah sudah bisa dilalui sama masyarakat, untuk mobil juga masih bisa,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *