[Kisah Ramadan] Ramadan Bulannya Al-Qur’an

Kisah Ramadan

Milenianews.com, Jakarta – Ramadan kerap disebut juga Syahrul Qur’an, atau bulannya Al-Qur’an. Nama ini melekat lantaran Al-Qur’an diturunkan di bulan suci ini. Ditambah, bertadarus Al-Qur’an menjadi amalan yang sangat dianjurkan kala bulan wajib berpuasa tersebut.

Dai muda sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Dar al-Qur’an Tegalgubug Cirebon, Jawa Barat, Ustaz Rifqiel Asyiq, meyebut hubungan Ramadan dan kitab suci umat Islam itu sangat lekat. Hampir tak bisa dipisahkan.

Baca Juga : [Kisah Ramadan] Pura-pura Buka Puasa Berujung Pahala

“Rasulullah Muhammad SAW sendiri sebagai nabi penerima wahyu mengkhususkan waktu Ramadan untuk intens dengan Al-Qur’an. Bahkan malaikat Jibril As hadir untuk menyimak bacaan Rasulullah,” jelas Rifqiel, Jumat, (8/5).

Kebiasaan tadarus Al-Qur’an selama Ramadan pun langgeng diteruskan sahabat nabi, tabi’in (era generasi penerus), imam besar, hingga ulama terdahulu. Bahkan, kebiasaan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam mampu mengubah kebiasaan orang lain.

“Uniknya, Imam Malik (ulama besar dan pakar hadits era tabi’in) yang di bulan lain intens membaca hadits pun beralih dengan mengkhususkan bertadarus Al-Qur’an selama Ramadan,” kata dia.

Baca Juga : [Kisah Ramadan] PSBB di Era Rasulullah

Namun, tidak semua tradisi dan amalan baik di bulan Ramadan itu gampang dijalankan muslim era sekarang. Butuh konsistensi dan ke-istiqomahan yang tidak sederhana.

Istiqomah adalah amalan para muqarrabinauliya dan ulama. Ini sulit memang, namun menyadari akan pentingnya keberkahan dan syafaat Al-Qur’an, kita akan termotivasi untuk lebih intens bertadarus Al-Qur’an,” kata Rifqiel. (afr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *