Infak seringkali baru dibayar saat pengambilan rapor, yaitu setiap enam bulan sekali. Kondisi ini jelas memengaruhi partisipasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar, baik dari segi kelengkapan alat tulis maupun kemampuan siswa dalam mengerjakan tugas-tugas sekolah.
Orang tua juga masih lambat dalam mengarahkan anaknya untuk giat belajar.
“Saat ada PR, anak-anak memang ada yang mengerjakan ada yang enggak, ini juga perlu peran orang tua. Saya sudah sering banget, ingetin para orang tua, tapi ya memang lambat prosesnya,” jelas Mursiddah.
Kegiatan ekstrakurikuler di sekolah tersebut saat ini tidak ada, meskipun sebelumnya pernah ada kegiatan Pramuka. Namun, karena keterbatasan dana untuk membayar pembina Pramuka, kegiatan tersebut terpaksa dihentikan.
Pendapat para siswa
Saat diwawancarai, para siswa tampak sangat bersemangat dengan kehadiran mahasiswa UBSI di kelas mereka. Mereka tidak hanya antusias tetapi juga penuh harapan agar kondisi sekolah mereka bisa lebih baik. Beberapa diantaranya menyampaikan impian sederhana, seperti memiliki perpustakaan dan laboratorium yang layak.
“Aku ingin ada perpustakaan biar bisa baca-baca buku, Kak,” ujar Muhammad Ilham, siswa kelas 7 dengan penuh harapan.
Ada juga tantangan yang mereka hadapi setiap hari, seperti kondisi toilet yang sering kali kekurangan air.
“Kalau air mati, kami terpaksa pulang ke rumah untuk buang air, Kak,” tambah Ilham.
Siswa/siswi MI & MTs Al-Fitriyah harus menghadapi keterbatasan fasilitas yang begitu besar. Pun dalam belajar, mata pelajaran yang seharusnya melibatkan praktik, seperti IPA, hanya dilakukan melalui teori.
“Kami cuma bisa mendengar dan mencatat, karena alat praktiknya tidak ada,” keluh salah satu siswa.
Meski demikian, semangat mereka untuk belajar tetap tinggi. Mereka biasanya berangkat ke sekolah menggunakan angkutan umum setiap harinya, tetapi semangat mereka tak pernah surut. Sungguh, mimpi-mimpi mereka begitu besar meski dibalut dengan keterbatasan yang mencengkeram.
Baca juga: BSI Explore 2025, Wadah Mahasiswa dalam Membangun Indonesia Emas!
Dukungan logistik dan keberlanjutan program

Dengan segala keterbatasan yang ada, MI & MTs Al-Fitriyah masih memiliki harapan untuk bisa bertahan dan berkembang. Kehadiran kelompok mahasiswa UBSI melalui BSI Explore memberikan secercah harapan bagi sekolah ini. Dukungan dari program BSI Explore diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas pengajaran, terutama dalam hal literasi dan numerasi.
“Kami berharap dengan adanya kolaborasi antara mahasiswa, sekolah, dan masyarakat, kami bisa membawa perubahan yang berarti bagi masa depan sekolah ini,” harap Khoerudin.
Selain itu, pihak sekolah juga berharap adanya bantuan dari pemerintah dan pihak swasta untuk memberikan dukungan dana dan fasilitas yang layak bagi sekolah ini.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.