Ironis! Di Tengah Ledakan Teknologi, Kenapa Masih banyak Sarjana IT yang Susah Cari Kerja?

Lulusan Sarjana IT

Milenianews.com – Pernah nggak si kamu ngelihat temen atau kerabat yang gelarnya Sarjana Komputer, tapi kegiatannya cuma scrolling lowongan kerja tanpa pernah dipanggil interview? Di sisi lain, kamu pasti sering denger berita tentang perusahaan besar yang pusing tujuh keliling mencari Software Engineer sampai harus bayar mahal talenta asing. Pemandangan ini menjadi ironi terbesar di dekade ini: dunia sedang “lapar” talenta digital, tapi ribuan lulusan IT justru terjebak dalam daftar tunggu pengangguran.

Fenomena ini bukan sekadar nasib buruk, melainkan bukti adanya jurang raksasa antara apa yang diajarkan di bangku kuliah dengan kenyataan di industri. Saat teknologi bergerak secepat kilat, banyak yang masih jalan di tempat dengan teori usang. Inilah yang membuat karier di bidang teknologi informasi menjadi sangat menjanjikan, sekaligus sangat kejam bagi mereka yang salah langkah dalam memilih tempat menempa diri.

Baca juga: Sarjana Plus: Ketika Kuliah Nggak Cuma Buat Dapet Gelar, Tapi Juga Nyari Jalan Pulang dari Keresahan

Industri digital Indonesia dan serangan perusahaan global

Data lebih jujur dari pada janji manis iklan lowongan kerja. Berdasarkan laporan terbaru, Indonesia sedang menjadi“tambang emas”talenta digital yang diincar oleh perusahaan-perusahaan teknologi dunia. Kamu bisa cek sendiri faktanya, betapa banyak teknologi dari Silicon Valley hingga Singapura yang mulai melirik tenaga ahli dari negara kita. Biaya operasional yang kompetitif dan kreativitas anak muda Indonesia menjadi primadona di pasar global.

Namun, industri teknologi saat ini enggak bisa lagi cuman mengandalkan lulusan yang sekadar“bisa rakit komputer”atau sekadar paham instalasi software dasar. Para pemberi kerja global ini punya standar yang sangat tinggi. Mereka tidak lagi mencari orang yang hanya tau “apa itu koding”, tapi mereka mencari talenta yang mampu membangun arsitektur sistem yang kompleks, menjaga keamanan siber dari ancaman peretas, hingga mengintegrasikan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) ke dalam bisnis. Tuntutan dunia kerja sudah berstandar internasional, dan sayangnya, banyak lulusan kita yang belum siap menghadapinya.

Peluang kerja informatika dan prospek karir IT yang menjadi lebih terbatas

Disinilah letak pergeseran pasarnya. Kantor-kantor Konvensional di Jakarta kini sudah berubah menjadi ekosistem digital yang dinamis. Ruang kerja yang dulu kaku, kini berubah menjadi sistem remote working dan work from anywhere. Perubahan tren pekerja digital global ini memaksa SDM (Sumber Daya Manusia) kita untuk berbenah total. Jika tidak, posisi-posisi strategis di tanah air akan diisi oleh tenaga kerja asing.

Akibatnya? Peluang kerja Informatika dan prospek karir di bidang teknologi sebenarnya meledak hebat, tapi dengan catatan. Industri nggak lagi butuh sekadar sarjana yang hafal teori di buku. Mereka butuh Full Stack Developer yang paham logika pemrograman modern, ahli Cyber Security yang punya mental baja menjaga kerahasiaan data, hingga Data Scientist yang mampu membaca masa depan lewat pola angka.

Industri butuh lulusan Informatika siap kerja yang punya skill dewa dan logika tajam. Kalau SDM-nya masih modal nekat dan cara kodingnya masih berantakan, jangan harap perusahaan besar bakal melirik. Mereka butuh profesional yang memberikan solusi nyata bagi bisnis, bukan sekadar karyawan yang menunggu instruksi.

Sangat penting untuk memilih kampus yang memenuhi standar industri

Masalahnya, menghasilkan pekerja IT berkualitas tinggi tidak semudah membuat mie rebus. Agar kamu tidak kaget saat mulai bekerja, kamu membutuhkan “kawah candradimuka” yang tepat. Pastikan bahwa kuliah kamu diberikan di institusi yang diakui dan memenuhi persyaratan industri jika kamu ingin memasuki industri yang tepat dan menjanjikan gaji besar.

Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), kampus yang dikenal luas sebagai Kampus Digital Kreatif ini nggak main-main soal kualitas pendidikan. Institusinya sudah Terakreditasi UNGGUL. Ingat ya, predikat “Unggul” itu adalah kasta tertinggi dalam akreditasi kampus di Indonesia. Jadi, soal kualitas sarana, prasarana, dan tenaga pengajarnya sudah nggak perlu diperdebatkan lagi.

Kenapa harus di UBSI? Kurikulum di Program Studi Informatika UBSI sudah di desain khusus agar selalu relevan dengan perkembangan zaman. Mahasiswanya nggak cuma dijejali teori di kelas yang membosankan, tapi langsung dilatih melalui proyek nyata. Apalagi dengan adanya ekosistem BSI Club yang menyatukan kekuatan dengan mahasiswa lain, memiliki akses ke jaringan industri dan riset teknologi yang sangat luas. Mereka dicetak untuk menjadi profesional yang mampu bersaing di level dunia, bukan cuma jadi penonton atau menambah angka pengangguran di negeri sendiri.

Siap jadi pemain utama di era transformasi digital?

Era digitalisasi dan AI semakin dekat. Jangan sampai Indonesia hanya menjadi pasar konsumsi di mana setiap aplikasi dibuat oleh orang asing. Kita membutuhkan tenaga ahli teknologi yang berasal dari bangsa kita sendiri yang mampu menghasilkan produk dan memimpin inovasi.

Baca juga: Wujudkan Mimpi Sarjana di Universitas Nusa Mandiri: Solusi Pendidikan Modern untuk Masa Depan Gemilang

Buat kamu yang berdomisili di Jakarta Selatan dan sekitarnya, kabar baiknya Program Studi Informatika UBSI ini tersedia di lokasi yang sangat strategis, yakni UBSI kampus Fatmawati. Kampus ini berada di pusat pergerakan ekonomi Jakarta, tepatnya di Jl. RS. Fatmawati Raya No.24, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, memudahkanmu untuk berinteraksi dengan komunitas teknologi dan profesional papan atas sejak masih di bangku kuliah.

Tunggu apa lagi? Ambil pekerjaan yang kamu impikan sekarang sebelum diambil oleh orang lain. Bergabunglah menjadi siswa Informatika di UBSI kampus Fatmawati dan jadilah seorang profesional IT yang dicari di seluruh dunia. Kamu bertanggung jawab atas masa depan teknologi Indonesia, dan ini adalah tempat kamu memulai. Kuliah…? BSI Aja !!

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *