Indahnya Berbagi di SD Bina Insani

SD Bina Insani  Bogor melaksanakan kegiatan Indahnya Berbagi, terutama kepada orang-orang di sekitar Sekolah Bosowa Bina Insani (SBBI),  Kamis (6/4/2023) bertepatan dengan tanggal 15 Ramadhan 1444 H. (Foto: Dok SBBI)

Milenianews.com, Bogor- Inplementasi materi keagamaan siswa SD Bina Insani di bulan Ramadhan di antaranya dengan kegiatan aksi nyata yang digelar pada pertengahan Ramadhan  1444 H, tepatnya hari Kamis, 6 April 2023 (hari ke-15 Ramadan 1444 H).

Pada  hari ke – 15 Ramadhan ini, SD Bina Insani berkesempatan mengadakan kegiatan “Indahnya Berbagi”. Pada kegiatan ini seluruh peserta didik per kelas memberikan bingkisan (parcel) pada para karyawan yang ada di lingkungan SD Bina Insani, seperti petugas lapangan (OB/OG), security, sopir, marbot masjid,  dan  bagian pemeliharaan gedung.

Bingkisan/parcel yang diberikan merupakan hasil kreasi peserta didik di kelas bersama ibu/bapak guru kelasnya. Selain peserta didik, komite sekolah (Pengurus PABBI SD) Bina Insani pun memberikan hal yang sama.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala SD Bina Insani, Dra. Eka Rafikah berpesan, “Diadakannya kegiatan berbagi ini karena kami meyakini bahwa Ramadhan menjadi kesempatan terbaik untuk beramal dan menuai pahala yang berlipat ganda.”

Ia menambahkan, bukan tanpa alasan, Ramadhan benar-benar kesempatan terbaik untuk beramal. “Banyak amalan yang bisa dilakukan ketika itu agar menuai ganjaran yang luar biasa, “ ujarnya.

Peduli Terhadap Sesama

Pada kesempatan ini, kata Eka, pihaknya juga  ingin membiasakan peserta didik untuk peduli terhadap sesama yang ada di lingkungan sekitar mereka. “Rasa peduli ini kami tanamkan pada peserta didik sesuai dengan Profil Pembelajar Bina Insani dan Profil Pelajar Pancasila. Maka sudah sepantasnyalah kesempatan tersebut tidak terlewatkan,” kata Eka.

Ia lalu mengutip Hadits Nabi Muhammad SAW tentang indahnya berbagi di  bulan suci Ramadhan:

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

“Siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikitpun juga”. (HR. Tirmidzi no 807), Ibnu Majah No 1746 dan Ahmad 5: 192)

“Terutama lagi jika orang yang menerima  tadi mendoakan sebagaimana do’a yang Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasalam praktikkan, maka sungguh rizki yang kita keluarkan akan semakin berkah,” tuturnya.

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam diberi minum, beliau pun mengangkat kepalanya ke langit dan mengucapkan,

اللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِى وَأَسْقِ مَنْ أَسْقَانِى

“Allahumma ath’im man ath’amanii wa asqi man asqoonii” (Ya Allah, berilah ganti makanan kepada orang yang memberi makan kepadaku dan berilah minuman kepada orang yang memberi minuman kepadaku)

“Beliau mengingatkan, jika ingin berbagi untuk untuk berbuka puasa, maka kita harus memberikan makanan yang halal, diperoleh dari hasil yang halal dan tidak boleh riya. Memberikan makanan yang halal,” papar Eka.

Ia juga mengutip Alquran Surat Al-Baqarah ayat 168, yang artinya, ”Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.”

Kemudian, ia juga mengutip Surat Al-Mu’minun tentang pentingnya mencari rezeki yang halal.

يٰٓاَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوْا مِنَ الطَّيِّبٰتِ وَاعْمَلُوْا صَالِحًاۗ اِنِّيْ بِمَا تَعْمَلُوْنَ عَلِيْمٌ ۗ

Artinya, “Wahai para rasul! Makanlah dari (makanan) yang baik-baik, dan kerjakanlah kebajikan. Sungguh, Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Eka juga mengingkatkan para siswa agar menghindari perbuatan riya (beramal karena ingin mendapatkan pujian orang).

Riya berasal dari bahasa Arab Arriyaa’u yang berarti memperlihatkan atau pamer, yaitu memperlihatkan sesuatu kepada orang lain, baik barang maupun perbuatan baik yang dilakukan, dengan maksud agar orang lain dapat melihatnya dan akhirnya memujinya.

“Semoga dengan adanya kegiatan berbagi ini kita semua terutama peserta didik dapat memaknai bulan suci Ramadhan, menguatkan karakter peduli mereka, tidak bersifat egois dan individualisme. semoga kegiatan ini bisa terus kami laksanakan di setiap kegiatan peringatan hari besar agama Islam, dan Allah meridhoi apa yang kami lakukan dan niatkan. Aamiin ya Rabbal’alamiin,” tutup Eka dalam pesannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *