Fajar Hidayah Tandatangani Kerja Sama dengan Yayasan Kebajikan dan Pendidikan Islam Thailand

Fajar Hidayah meneken kerja sama internasional  dengan Thailand Yayasan Kebajikan Pendidikan, Thailand, Senin (5/8/2023).  (Foto: Dok Fajar Hidayah)

Milenianews.com, Bogor– Pada hari Senin  tanggal 5 Agustus 2023 , Fajar hHidayah kedatangan tamu istimewa dari Thailand.  Pimpinan Yayasan Kebajikan dan Pendidikan Yatim Thailand datang berkunjung ke Fajar Hidayah di Kota Wisata Ciangsana, Gunung Putri, Bogor.

“Mereka sangat berminat menjalin kerja sama dalam berbagai bidang dengan Fajar Hidayah,” kata  Pendiri dan  Ketua Yayasan Fajar Hidayah .Ust Mirdas Eka Yora ,Lc.,M.Si.

Ia menambahkan,  yang paling  utama adalah kerja  sama pendidikan dan pengembangan mutu pendidikan yang akan dilaksanakan dengan berbagai program. “Salah satunya  berupa pelatihan guru,” ujarnya.

Mirdas menyebutkan,  sejak tahun 1999 Fajar Hidayah bekerja  sama dengan konsultan dari Singapura Ms Puspa Sivan telah mendirikan lembaga pelatihan yang dinamakan dengan PTC  (Parent Teacher Child Learning School). “Fajar Hidayah selama ini melalui lembaga PTC-FH ini telah memberikan pelatihan terhadap lebih dari 50.000 guru se-ASEAN,di antaranya:  Malaysia, Thailand,  Srilangka, dan lain-lain di  samping tentunya di dalam negeri sendiri,” paparnya  dalam rilis yang diterima Milenianews.com.

Di  samping kerja  sama pelatihan guru, kata Mirdas, akan dilaksanakan juga berbagai program  sosial seperti pemberian beasiswa terhadap para siswa berprestasi dari Thailand ataupun juga pelajar yatim dan duafa akan menjadi salah satu target dari kerja  sama ini.

Baca Juga : Fajar Hidayah Mendapat Kunjungan Internasional Delegasi Guru Besar Universitas Imam Muhammad Ibn Saud Riyadh-Arab Saudi

Ia mengemukakan, di samping akan diadakan berbagai program pengembangan wawasan para guru dan tenaga pendidik dan kependidikan dengan saling berkunjung dan bertukar pengalaman di kalangan guru baik pihak Indonesia` maupun Thailand. “Apalagi sudah ada wadah yang bisa menjembatani segala niat tulus dalam mengembangkan mutu tenaga guru dan lembaga-lembaga pendidikan Islam yaitu melalui AYPI ASEAN “Asosiasi Yayasan Pendidikan Islam” ASEAN,” kata   Mirdas yang juga ketua umum AYPI Pusat dan AYPI ASEAN.

Banyak peluang baik yang bisa dikembangkan di antara lembaga-lembaga pendidikan Islam. Juga dalam pertemuan tersebut dibahas tentang kolaborasi lebih luas anatara Indonesia dengan Thailand terutama melalui kerja  sama Fajar Hidayah dan Yayasan Kebajikan Dan Pendidikan Yatim Thailand. “Tentu banyak sekali hal-hal lain yang bisa dikembangkan bersama, termasuk pertukaran guru dan siswa sekaligus akan memperkaya khazanah wawasan dan budaya dari masing-masing dua negara yang berbeda.  Di  samping akan memperdalam pengembangan berbagai dan kolaborasi yang berbasis Informasi Teknologi akan lebih memudahkan pegembangan beragam sinergi yang bisa dibangun bersama,” tuturnya.

Peluang yang Cukup Besar

Bu Tasnim yang juga aktif di pemerintahan Thailand menyampaikan adanya peluang yang cukup besar bagi masyarakat Muslim Thailand dengan adanya berbagai keterbukaan dan kebijakan baru pemerintah yang lebih memberikan perhatian cukup besar pada komunitas Muslim di Thailand. Saat ini jumlah populasi muslim Thailand adalah sekitar 10% dari total 65 juta warga Thailand. Menurut Bu Tasnim, walau muslim Thailand merupakan minoritas namun Raja dan Kerajaan Thailand telah mencanangkan akan menjadi halal hub industri halal dan pariwisata halal.  “Inimenunjukkan adanya perkembangan yang amat positif dari Kerajaan Thailand terhadap warga Muslim,” ungkapnya.

Untuk itu Bu Tasnim yang sudah lama berkecimpung di pemerintahan Kerajaan Thailand mengatakan, bahwa saat ini adalah momentum yang tepat untukmeningkatkan mutu dan peran masyarakat Muslim di Thailand dengan adanya perubahan yang amat signifikan dari pihak kKerajaan Thailand.Terkait perkembangan di atas, maka berbagai lembaga pendidikan Islam Thailand saat ini juga memanfaatkan momentum yang kondunsif ini untuk lebih mengembangkan lembaga-lembaga pedidikan Islam.

“Sehingga, kata Bu Tasnim, sangat dirasakan pentingnya dukungan dan kerja sama dari lembaga-lembaga pendidikan Islam ASEAN umumnya dan Indonesai khususnya. Indonesia  sebagai negara Muslim terbesar di dunia sangat diharapkan  memain  kanperan yang signifikan dalam pengembangan masyakat Muslim dan itu bisa dimulai dengan  melakukan perubahan dalam dunia pendidikan Islam.

“Tentu banyak sekali tugas yang harus dilaksanakan oleh lembaga-lembaga pendidikan Islam sebagai garda depan perubahan umat termasuk di Thailand tentunya,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *