Diperkuat Siswa SMA Bina Insani, Tim Cricket Jabar Raih 2 Medali Perunggu di PON Medan

Kontingen  Jawa Barat  berhasil meraih dua medali perunggu  dari cabang olahraga (cabor) cricket di ajang PON XXI   Medan. (Foto: Dok SBBI)

Milenianews.com, Medan—Kontingen  Jawa Barat sejauh ini  berhasil meraih dua medali perunggu  dari cabang olahraga (cabor) cricket di ajang PON XXI, yang digelar di Lapangan Cerdas Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumatera Utara. Kedua medali itu diraih dari dua nomor pertandingan, yakni kategori Sixes dan T20.

Salah seorang atlet tim Cricket Jawa Barat di ajang PON XXI adalah Alif Putra Maulana, siswa kelas XI SMA Bina Insani, Bogor. Keberhasilan Alif  bersama tim cricket Jawa Barat meraih dua medali perunggu disambut gembira pihak sekolah.

“Kami ikut bangga dan bahagia, bahwa salah seorang siswa kami, yakni Alif Putra Maulana, kelas XII, terpilih menjadi anggota kontingen cricket Jawa Barat dan  berhasil merebut dua medali perunggu,” kata Kepala SMA Bina Insani Cucup Shohibul Maqomat dalam rilis yang diterima Milenianews.com.

Ia menambahkan, Alif  sejak awal memang penggemar olahraga cricket. Ia tergabung dengan tim cricket  Kota Bogor sejak kelas XI,  dan terpilih memperkuat tim cricket Jawa Barat untuk PON XXI. “Pihak sekolah sangat mendukung karir  Alif di bidang olahraga dengan cara memberikan fleksibilitas kepada  Alif   terkait kegiatan belajar harian  (termasuk mengerjakan tugas-tugas) maupun ujian sekolah, khususnya saat mengikuti pemusatan latihan maupun mengikuti PON. Kegiatan belajar, mengerjakan tugas maupun ujian dilaksanakan secara online,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, terkait rangkaian kegiatan Alif berlatih maupun bertanding dalam berbagai event,  Alif  sudah delapan bulan tidak belajar secara langsung di sekolah, melainkan berlajar secara online. “Alif tidak ikut pembelajaran di kelas, tapi belajar mandiri,” tuturnya.

Baca Juga : Canon Indonesia Berikan Pelatihan Content Creator kepada Siswa SMA Bina Insani  

Harapan pihak sekolah kepada Alif adalah terus memacu semangatnya, terus berkembang, karena dia masih muda. “Karena untuk atlet Pelatda atau nasional itu tidak  ada kelompok umur, tapi dia juga bisa ke tim senior.  Jadi dia terus  bisa aktif di olahraga cricket ini,” kata Cuy, panggilan akrabnya.

Keberhasilan di bidang olahraga bisa menjadi jalan untuk kuliah di  Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur prestasi. “Biasanya untuk jalur prestasi ini, dia masuk ke PTN yang punya cabang cricket juga. Contohnya UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) dan UNJ   (Universitas Negeri Jakarta),” tuturnya.

Cuy berpesan kepada seluruh siswa SMA Bina Insani untuk terus mengejar prestasi terbaik di bidang yang diminatinya. Tapi juga tetap memperhatikan bidang akademiknya. “Ketika ada keinginan,  maka itu harus diperjuangkan.  Kejarlah prestasi setinggi mungkin, tapi jangan lupakan bidang akademik,” ujar Cuy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *