Cetak Sejarah, Pascasarjana Institut Agama Islam SEBI Luluskan 70 Magister Ekonomi Syariah dalam 1,5 Tahun

Program Pascasarjana Institut SEBI, Depok melahirkan lulusan perdana Program Magister Ekonomi (M.E) sebanyak 70 mahasiswa dari enam konsentrasi keilmuan. (Foto: Dok Institut SEBI)

Milenianews.com, Depok– Program Pascasarjana Institut SEBI, Depok, resmi mencatatkan sejarah dengan melahirkan lulusan perdana Program Magister Ekonomi (M.E). Sebanyak 70 mahasiswa dari enam konsentrasi keilmuan berhasil menuntaskan studi dalam waktu akseleratif, yakni 1,5 tahun atau tiga semester.

Keberhasilan ini ditandai dengan pelaksanaan Ujian Tugas Akhir yang digelar dalam dua gelombang pada 27 Februari hingga 9 Maret 2026. Pencapaian ini sekaligus menjadi momentum “pecah telur” bagi seluruh konsentrasi yang ada di bawah naungan Program Pascasarjana Institut SEBI.

Meski diselesaikan dalam waktu singkat, Institut SEBI memastikan kualitas riset mahasiswa tetap teruji secara ketat melalui pengujian oleh akademisi dan praktisi ahli. Di antara jajaran lulusan perdana ini, muncul berbagai riset strategis yang mengangkat isu ekonomi syariah kontemporer.

Salah satu lulusan, Herri Setiawan (CEO Awkaf Corp), mempertahankan tesisnya yang berjudul “Cash Waqf Linked Deposit: Model Inovatif Pengelolaan Wakaf Temporer dan Dampaknya dalam Pengembangan Wakaf di Indonesia”. Di bawah bimbingan Assoc. Prof. Dr. Nur Syamsudin Buchori, Herri memaparkan model inovatif yang mengintegrasikan dana sosial Islam dengan instrumen perbankan untuk menjaga nilai pokok wakaf sekaligus memberikan dampak sosial yang luas. Sidang tersebut turut dihadiri oleh penguji ahli seperti Dr. Endang Ahmad Yani dan Assoc. Prof. Dr. Hendro Wibowo.

Selain itu, riset berbasis pemberdayaan masyarakat juga menjadi sorotan melalui tesis Hendra Aditya yang berjudul “Peran Wakaf Produktif dalam Pemberdayaan Kemandirian Ekonomi RTQ Khairukum”. Dalam paparannya di hadapan dewan penguji yang terdiri dari Assoc. Prof. Dr. Azis Setiawan, Assoc. Prof. Dr. Efri Syamsul Bahri, dan Dr. Yaya R.C. Pujiharto, Hendra menekankan pentingnya pengelolaan aset wakaf secara produktif untuk menciptakan kemandirian finansial bagi lembaga pendidikan keagamaan. Temuan ini membuktikan bahwa wakaf produktif mampu menjadi tulang punggung ekonomi bagi institusi sosial di Indonesia.

Baca Juga : Dari Kelas ke Jurnal SINTA 3: Mahasiswa Perbankan Syariah IAI SEBI Bedah Blockchain untuk Sertifikasi Halal

Assoc. Prof. Dr. Azis Budi Setiawan, SEI., MM., selaku direktur Pascasarjana Institut SEBI menyatakan, “Pencapaian ‘pecah telur’ di enam konsentrasi ini adalah bukti komitmen kami dalam mencetak SDM unggul. Riset yang dihasilkan, seperti yang dipaparkan Herri Setiawan dan Hendra Aditya, menunjukkan bahwa lulusan kami mampu mengintegrasikan kajian ilmiah dengan solusi nyata bagi ekosistem ekonomi syariah nasional maupun global.”

Dengan kelulusan angkatan pertama ini, Institut SEBI mempertegas posisinya sebagai institusi pendidikan yang mampu melahirkan pakar ekonomi syariah yang kompeten, berintegritas, dan siap berkontribusi langsung pada penguatan ekonomi umat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *