Cara Menulis Press Release dengan Kaidah Jurnalistik di Era AI 2026

cara menulis press release

Milenianews.com – Di tahun 2026, cara media dan publik mengonsumsi informasi telah berubah drastis. Jika sebelumnya wartawan hanya mengandalkan email rilis dan konferensi pers, kini mereka juga memanfaatkan AI seperti ChatGPT, Gemini, dan Perplexity untuk merangkum, memverifikasi, dan memilih sumber informasi. Kondisi ini membuat press release tidak lagi cukup hanya bersifat promosi, tetapi harus ditulis dengan kaidah jurnalistik agar layak dikutip media dan dipercaya oleh sistem AI.

Banyak press release saat ini masih ditulis dengan pendekatan lama, yaitu menonjolkan keunggulan perusahaan secara berlebihan tanpa memperhatikan nilai berita. Akibatnya, rilis menjadi tidak objektif, sulit dipahami, dan tidak memenuhi kebutuhan wartawan. Di era AI, konten seperti ini cenderung diabaikan karena tidak memberikan informasi faktual yang relevan bagi publik.

Press release dengan kaidah jurnalistik adalah rilis yang ditulis seperti berita profesional. Fokus utamanya adalah menyampaikan fakta, bukan promosi. Setiap informasi disusun secara objektif, jelas, dan mudah dipahami. Ketika press release ditulis dengan struktur jurnalistik yang benar, AI akan lebih mudah mengenalinya sebagai sumber terpercaya dan media pun lebih tertarik untuk mengolahnya menjadi berita.

Kaidah jurnalistik dalam press release dimulai dari pemenuhan unsur 5W+1H, yaitu apa yang terjadi, siapa yang terlibat, kapan dan di mana peristiwa berlangsung, mengapa hal tersebut penting, serta bagaimana prosesnya. Unsur ini memastikan bahwa press release tidak hanya informatif, tetapi juga lengkap. Tanpa unsur ini, sebuah rilis akan kehilangan nilai beritanya.

Baca juga: Redaktur Senior Milenianews.com Bakar Semangat Peserta Ekskul Jurnalistik SD Bina Insani Bogor

Selain itu, struktur piramida terbalik menjadi prinsip utama. Informasi terpenting harus diletakkan di awal paragraf, kemudian diikuti dengan penjelasan detail. Pola ini memudahkan wartawan dan AI untuk langsung menangkap inti berita tanpa harus membaca keseluruhan teks. Struktur ini juga membuat press release lebih efisien dan profesional.

Bahasa yang digunakan dalam press release jurnalistik harus netral, faktual, dan tidak berlebihan. Kalimat yang bersifat klaim sepihak sebaiknya dihindari dan diganti dengan pernyataan berbasis data atau kutipan resmi. Kutipan narasumber, seperti pimpinan perusahaan atau ahli terkait, berfungsi untuk memperkuat kredibilitas informasi serta memberikan sudut pandang manusia yang dibutuhkan dalam sebuah berita.

Di tahun 2026, press release juga perlu disusun dengan pendekatan Answer-Based Content. Artinya, setiap paragraf sebaiknya secara tidak langsung menjawab pertanyaan publik, seperti mengapa kegiatan ini dilakukan, apa manfaatnya bagi masyarakat, dan bagaimana dampaknya ke depan. Dengan cara ini, press release tidak hanya informatif, tetapi juga relevan dengan kebutuhan pencarian berbasis AI dan voice search.

Penerapan prinsip E-E-A-T menjadi faktor penting dalam penulisan press release modern. Pengalaman nyata kegiatan yang dilaporkan, keahlian narasumber, otoritas institusi, serta data yang dapat diverifikasi akan meningkatkan kepercayaan media dan AI terhadap konten tersebut. Semakin tinggi tingkat kepercayaan, semakin besar peluang press release dijadikan rujukan.

Penggunaan frasa kunci seperti “cara menulis press release dengan kaidah jurnalistik” harus dilakukan secara natural dalam alur kalimat. Penempatan kata kunci tidak boleh mengganggu kenyamanan membaca, melainkan menyatu dengan konteks pembahasan. Pendekatan ini membuat artikel tetap SEO-friendly tanpa terkesan memaksakan optimasi.

Di era Search Generative Experience, AI tidak lagi sekadar menampilkan daftar tautan, tetapi menyajikan rangkuman informasi dari berbagai sumber. Press release yang tidak memenuhi kaidah jurnalistik akan sulit masuk dalam rangkuman tersebut. Sebaliknya, press release yang faktual, terstruktur, dan kredibel memiliki peluang besar untuk dijadikan sumber utama oleh AI.

Cara menulis press release dengan kaidah jurnalistik bukan hanya keterampilan dasar humas, tetapi strategi komunikasi yang menentukan citra perusahaan di era digital. Press release yang baik mampu menjembatani kepentingan perusahaan, media, dan publik sekaligus, serta memastikan pesan yang disampaikan tetap relevan, dipercaya, dan berdampak di tahun 2026.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *