Milenianews.com, Jakarta—Institut Harkat Negeri (IHN) dan Sekolah Bakti Mulya 400 (BM 400) berkomitmen untuk melahirkan kepala sekolah visioner yang mampu membawa perubahan nyata di lingkungan pendidikan. Untuk mampu menciptakan pendidikan berkualitas, perlu peningkatan kapasitas calon kepala sekolah dalam aspek kepemimpinan, inovasi dalam menghadapi masalah di dunia pendidikan, pengelolaan sumber daya dan stakeholder di sekolah.
Terkait hal tersebut, Yayasan Bakti Mulya 400 bekerja sama dengan Institut Harkat Negeri meluncurkan sebuah program yang bernama Sustainable Education Leadership Program.
“Program Sustainable Education Leadership bertujuan untuk mempersiapkan kepala sekolah dengan kualitas kepemimpinan dan pengelolaan sekolah yang baik di masa yang akan datang serta membuka wawasan bagi para calon kepalas sekolah maupun kepala sekolah untuk melakukan inovasi dalam dunia kependidikan,” kata Ketua Pelaksana Harian (KPH) Sekolah Bakti Mulya 400 Dr. Sutrisno Muslimin MSi pada acara Kick Off Meeting Sekolah Bakti Mulya 400 Tahun 2025 dan Peluncuran Sustainable Education Leadership Program, di Auditorium Ki Hajar Dewantara SMP Bakti Mulya 400 Jakarta, Kamis (19/12/2024).

Peluncuran Sustainable Education Leadership Program itu menghadirkan tokoh-tokoh terkemuka yang mempunyai pengalaman di dunia akademik maupun praktis. Selain Sutrisno Muslimin, ada pula Sudirman Said MBA, Dr. Hamdan Zoelva SH., MH. (mantan ketua Mahkamah Konstitusi) dan Sri Nurhidayah. Tokoh-tokoh tersebut membahas seni kepemimpinan dalam mengelola sebuah lembaga pendidikan serta tantangan untuk mempersiapkan pemimpin masa depan.
Sudirman Said dan Hamdan Zoelva tampil sebagai narasumber diskusi panel yang bertemakan “ Character and Leadership Education: Preparing Future Leaders with Value and Integrity”. Diskusi panel itu dimoderatori Sri Nurhidayah.
Baca Juga : Sekolah Bakti Mulya 400 Siapkan Pemimpin Masa Depan Melalui Program Pendidikan Terpadu
Acara ini juga dihadiri oleh seluruh kepala sekolah di Jakarta dengan harapan agar setiap pemimpin di sekolah saling bersinergi untuk menciptakan lingkungan sekolah yang ideal dari segi pengelolaan sumber daya dalam jangka waktu yang sangat panjang.
“Bagi IHN, krisis pembelajaran adalah krisis kepemimpinan, yang memerlukan keterampilan kritis terhadap kondisi kini dan tantangan masa depan . Sektor pendidikan perlu untuk memupuk pemimpin dengan integritas, nilai dan etika untuk memastikan perubahan dalam proses yang dilakukan bergerak kea rah yang lebih baik,” kata Sudirman Said yang juga ketua Institut Harkat Negeri (IHN).
“Bakti Mulya 400 memandang bahwa kerpala sekolah sebagai pemimpin dalam sebuah institusi pendidikan membutuhkan kemampuan manajerial, pemikiran yang visioner, literasi digital dan keuangan agar dapat memaksimalkan lembaga yang dipimpin dalam rangka menjawab tantangan zaman,” kata KPH Sekolah Bakti Mulya 400 Sutrisno Muslimin.
Sudirman Said menambahkan, Institut Harkat Negeri (IHN) adalah lembaga kajian, pendidikan dan pelatihan kepemimpinan lintas sektor. Sejak berdiri pada tahun 2016, IHN telah menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dalam berbagai jenis program yang diikuti oleh lebih dari 2.500 peserta.
Baca Juga : SMA Bakti Mulya 400 Cibubur Persiapkan Lulusan Berkualitas Global
Sementara itu, Sutrisno mengatakan, selaras dengan semangat pendidikan, BM 400 merupakan lembaga pendidikan yang berkomitmen untuk melahitkan kader-kader intelektual dan pemimpin muslim yang berwawasan luas, tanggap terhadap lingkungan dan siap menyambut era globalisasi, sehingga dapat meningkatkan kualitas bangsa Indonesia.
“Kolaborasi dua lembaga melalui Sustainable Education Leadership Program ini diharapkan dapat menjawab permasalahn-permasalahn yang dihadapi oleh sekolah yang ada di Indonesia. Program ini bercita-cita mengembangkan kompetensi kepala sekolah dalam segi kepemimpinan, inovasi dalam penyelesaian masalah, literasi teknologi, serta kepemimpinan dalam manajemen sumber daya di sekolah,” ujar Sutrisno Muslimin..