Milenianews.com, Jakarta – Komunikasi menjadi bekal ilmu yang mudah dipakai di banyak instansi. Tak hanya di media, ilmu komunikasi juga menjadi salah satu andalan di dunia marketing. Salah satu Program Studi (Prodi) favorit di Kampus Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) adalah Program Sarjana (S1) Prodi Ilmu Komunikasi.
Anisti selaku ketua Prodi Ilmu Komunikasi UBSI, mengatakan bahwa komunikasi tak hanya soal berbicara saja di depan orang banyak. Namun komunikasi bisa dibedakan dari fungsinya sendiri.
Baca Juga : Prodi Ilmu Komunikasi UBSI Siap Gelar Webinar Content Media
“Di Prodi Ilmu Komunikasi, mahasiswa UBSI – kami senang menyebutnya sobat BSI — akan mempelajari berbagai komunikasi, mulai dari komunikasi interpersonal (dengan diri sendiri), komunikasi interpersonal (dengan orang lain), komunikasi kelompok, komunikasi organisasi, hingga komunikasi massa,” katanya di Jakarta, Kamis (20/8).
Prospek kerja peminatan Public Relation dan Televisi & Film
Tambahnya, di Prodi Ilmu Komunikasi UBSI, para mahasiswa dapat memilih dua peminatan yakni Public Relation (PR) atau Televisi & Film. “Kedua peminatan tersebut memberikan prospek karir sangat baik dan luas,” ujarnya.
Prospek karir lulusan peminatan Public Relation antara lain Scientific Digital Communication Profesional, Strategic Planner, Creatove Media Developer, Public Relations Officer, dan Event Management.
“Masih banyak lagi peluang karir lulusan Prodi Komunikasi peminatan Public Relation. Hal itu mengingat keahlian di bidang komunikasi ini dibutuhkan di semua sektor pekerjaan,” tuturnya.
Sedangkan untuk prospek karir lulusan peminatan Televisi & Film juga tak kalah menarik. “Alumni peminatan Televisi & Film dapat bekerja sebagai News Anchor, Creative Media Developer, Televisi & Film Productions, Event Management, dan Scientific Digital Communication Professional,” jelasnya.
Baca Juga : Big Data Pada Era Industri jadi Topik di Webinar UBSI NEXT
“Dan masih banyak lagi peluang karir lulusan Prodi Ilmu Komunikasi peminatan Televisi & Film, terutama di era digital seperti pada masa sekarang ini,” ujarnya. (Rifqi Firdaus)