Milenianews.com – Selama beberapa tahun terakhir, ransomware kembali menjadi perbincangan karena serangannya yang semakin menjadi-jadi. Menanggapi hal tersebut, Microsoft menambahkan fitur anti ransomware ke Windows Defender.
Umumnya ransomware hadir di website dengan banyak iklan nakal dan tersembunyi. Ia juga tak jarang menyisipkannya di link mencurigakan via e-mail.
Cara kerja ransomware tidak hanya mengunci semua file penting seperti doc dan yang lain. Namun juga meminta tebusan korbannya dengan mata uang crypto. Jika tidak membayar maka ancamannya file akan terhapus.
Baca Juga : Acer Terkena Serangan Ransomware REvil Dengan Tebusan 720 Miliar
Perusahaan antivirus telah berlomba-lomba untuk mengatasi masalah ransomware ini. Beberapa telah berhasil melakukannya dan Microsoft mengikutinya secara senyap mulai hari ini.
Melansir Forbes (21/5) dan channel YouTube PC Security, Microsoft baru saja menambahkan ransomware protection di Windows Defender. Pengguna hanya perlu melakukan search “ransomware protection” di start menu. Kemudian centang “controlled folder access”. Fitur ini akan menghentikan aplikasi yang “tidak bersahabat” agar tidak bisa mengganti file, folder, dan memori dalam komputer.
Baca Juga : Virus Corona dimanfaatkan Peretas Untuk Sebarkan Malware
Lebih lanjut PC Security mengujicobanya menggunakan ransomware. Hasilnya, aplikasi ini bekerja dengan sangat baik dengan memblokir dan menghentikan Ransomware yang ada. Meskipun demikian, sobat milenia jangan terlalu bergantung sepenuhnya pada fitur tersebut.
Harus tetap menjaga keamanan komputer kita, serta aware dan waspada akan semua hal mencurigakan. Karena bukan tidak mungkin banyak malware lain atau mungkin malware baru yang bisa saja lepas dari pengawasannya dan belum masuk ke database antivirus.
Selain itu sobat juga tetap waspada dengan tidak membuka link apapun dari email yang tidak kita kenal. Menu ini tidak akan bisa kita akses jika kita telah memasang antivirus pihak ketiga seperti BitDefender, ESET, Kaspersky, dan yang lain. Fitur ini hanya bisa kita gunakan ketika kita hanya menggunakan Windows Defender sebagai antivirus.