Milenianews.com, Jakarta – Beberapa waktu silam, Otoritas Bea Cukai Cina tidak menerima lagi impor makanan laut yang berasal dari Indonesia. Barang yang di ekspor PT Putri Indah ke Cina, ditemukan patogen virus Corona pada kemasan produk ikan layur beku.
Menurut Kepala Laboratorium Rekayasa Genetika Terapan dan Protein Desain Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Wien Kusharyoto, makanan beku bisa menjadi media penularan virus.
Baca Juga : Kasus Corona Filipina Tertinggi di Pasifik Barat
“Makanan beku bisa menjadi media penularan virus Corona karena komponen struktur virus yang berupa protein dapat terjaga keutuhannya saat dibekukan,” katanya, dikutip Lokadata.id Selasa (22/9).
“Sebagai contoh, vaksin dalam bentuk virus yang dilemahkan harus disimpan atau di distribusikan pada suhu rendah dan baru dibawa ke suhu ruang ketika akan disuntikkan atau digunakan,” katanya.
WHO sebut virus Corona tidak menyebar lewat makanan dan kemasan
Namun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) punya pendapat berbeda. Kepala Program Darurat WHO, Mike Ryan mengatakan, penyebaran Covid-19 melalui makanan atau kemasan belum terbukti.
“Masyarakat tidak perlu takut pada makanan atau kemasan makanan. Tidak ada bukti bahwa rantai makanan menyebabkan penularan virus. Seharusnya kita tetap merasa aman dan nyaman,” katanya.
Baca Juga : WHO : Pandemi Corona masih belum Berakhir
Meski begitu, masyarakat harus tetap berhati-hati saat membeli, mengolah sampai mengkonsumsi bahan makanan. Protokol kesehatan harus tetap dilakukan. “Protokol kesehatan serta kehigienisan di setiap prosesnya berguna untuk mengurangi resiko penularan virus Corona,” tangkasnya.(Rifqi Firdaus)