News  

TikTok Lepas Bayang-Bayang Tiongkok, Demi Bertahan di Negeri Paman Sam

TikTok

Milenianews.com, Jakarta – TikTok akhirnya memilih jalur kompromi agar tetap bisa beroperasi di Amerika Serikat. Dengan dukungan Presiden AS Donald Trump, TikTok sepakat memisahkan operasionalnya di AS ke dalam entitas baru yang mayoritas didukung investor Amerika. Langkah ini jadi tameng utama untuk menghindari ancaman pemblokiran yang selama ini menghantui aplikasi berbagi video tersebut.

Baca juga: TikTok Amankan Masa Depan di AS Lewat Usaha Patungan, Kepemilikan China Dipangkas

Dalam kesepakatan ini, TikTok membentuk perusahaan patungan bernama TikTok US. Entitas ini akan dikelola oleh konsorsium investor Amerika seperti Oracle, Silver Lake, dan MGX. CEO TikTok, Shou Chew, menegaskan bahwa struktur baru ini dirancang agar TikTok tetap bisa dinikmati lebih dari 170 juta pengguna di AS tanpa kehilangan koneksi sebagai platform global.

ByteDance mundur perlahan tapi tetap punya peran

Struktur kepemilikan TikTok US dibuat cukup ketat. Sebanyak 50 persen saham dikuasai investor Amerika, 30 persen dipegang afiliasi investor ByteDance, dan hanya 19,9 persen yang tetap dimiliki ByteDance secara langsung. Skema ini mengikuti batas maksimal kepemilikan perusahaan Tiongkok sesuai regulasi AS, sekaligus menunjukkan bahwa ByteDance mulai mundur dari kendali utama.

Isu data pengguna jadi fokus besar dalam kesepakatan ini. Seluruh data pengguna TikTok di AS akan disimpan dan diawasi oleh Oracle, sementara TikTok US bertanggung jawab atas moderasi konten dan perlindungan privasi. Di sisi lain, ByteDance masih mengurus lini global seperti e-commerce, iklan, dan pemasaran agar roda bisnis tetap jalan.

Restu politik masih jadi tanda tanya

Pemerintah AS mengklaim kesepakatan ini sudah disetujui oleh Presiden Tiongkok Xi Jinping. Namun hingga kini, Beijing belum memberikan konfirmasi resmi. Pemerintah Tiongkok hanya menyampaikan bahwa sikap mereka soal TikTok tetap konsisten, tanpa memastikan apakah benar mendukung pembentukan TikTok US.

Baca juga: Deal TikTok Dibeli Amerika, Tapi China Tetap Raup 50% Keuntungan

Jika seluruh persetujuan regulator berjalan lancar, transaksi ini ditargetkan rampung paling lambat 22 Januari 2026. Kesepakatan ini membuat TikTok makin dekat untuk mengamankan eksistensinya di Amerika Serikat, sekaligus meredam kekhawatiran soal potensi penyalahgunaan data oleh pihak asing.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *