Milenianews.com, Jakarta – Pemerintah telah mengimbau masyarakat untuk meminimalisir aktivitas di luar rumah, termasuk bepergian saat Natal dan tahun baru 2022 (Nataru). Sehingga hal ini memungkinkan untuk orang tetap berada di rumah serta bercengkrama dengan keluarga secara virtual. Sehingga Telkomsel prediksi akan terjadi peningkatan trafik data saat Nataru.
Mengutip dari Kompas (16/12), Jelang libur Nataru, Telkomsel prediksi peningkatan trafik data. Perusahaan memprediksi akan terjadinya peningkatan hingga 29,12% dari periode yang sama pada tahun lalu.
“Kenaikan normal 15%, kalau Nataru 29,12%. Layanan voice turun dari tahun ke tahun, tapi pada dasarnya hanya pindah teknologi dari voice murni ke carrier data,” kata Vice President Network Assistance, Security and Operation Center Telkomsel, Rahmat Novalianto dalam konferensi pers di Jakarta (15/12) kemarin.
“Hal yang sama terjadi di layanan SMS, karena pengguna semakin beralih ke aplikasi percakapan seperti WhatsApp, Telegram, dan lain-lain,” imbuh Rahmat.
Baca Juga : Prediksi Opensignal Jika Indosat Ooredoo dan 3 Indonesia Merger
Selain data dan voice, Rahmat juga prediksi peningkatan selama nataru untuk payload per service atau penggunaan layanan digital. Ini mencakup akses ke berbagai aplikasi chatting, games, ecommerce, video hingga media sosial.

Baca Juga : Trafik Telkomsel Meningkat Selama Ramadan dan Idul Fitri
Untuk mengantisipasi peningkatan trafik data ini, Telkomsel melakukan optimasi kualitas dan kapasitas jaringan di 471 titik prioritas (POI). Ini mencakup area residensial, transportasi, jalur logistik, rumah sakit, rumah ibadah dan area strategis lainnya.
Secara teknis, Telkomsel melakukan penguatan kapasitas dan cakupan jaringan di 247.000 unit BTS perusahaan. Selain itu, mereka juga mengoperasikan lebih dari 132.000 unit BTS 4G/LTE baru dengan tambahan 53 unit Compact Mobile BTS (COMBAT).
Sementara itu, perusahaan juga akan meningkatkan kapasitas gateway internet menjadi 7.262 Gbps. Serta memperkuat lebih dari 2.300 BTS USO berteknologi 4G/LTE di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).