News  

Tawuran Perang Sarung Pecah di Depok Dini Hari, Warga Sebut Kerap Terjadi Saat Ramadhan

Milenianews.com, Depok – Dini hari di bulan Ramadan seharusnya dipenuhi suara alarm sahur dan langkah warga menuju dapur. Namun di sekitar Jalan Raya Cipayung, Depok, Sabtu (22/2) sekitar pukul 02.00 WIB, suasana justru berubah tegang. Sekelompok remaja terlibat aksi perang sarung di tengah jalan, membuat pengendara dan warga sekitar terkejut.

Sarung yang biasanya dikenakan untuk salat tarawih malam hari, mendadak berubah fungsi menjadi “senjata”. Digulung memanjang, sebagian bahkan diduga diisi benda keras, lalu diayunkan ke arah lawan. Jalan yang mestinya menjadi akses warga pulang kerja atau mencari santap sahur berubah menjadi arena saling kejar.

“Memang sering terjadi tiap Ramadan di sini,” ujar salah satu pengendara yang melintas dan menyaksikan kejadian tersebut.

Baca juga: Gizi Sehat, Generasi Kuat: KB–TK Prestasi Global-Depok  Tanamkan Hidup Sehat Sejak Dini

Tradisi Lama, Risiko Nyata

Fenomena perang sarung bukan hal baru di sejumlah wilayah Jabodetabek, termasuk Depok. Kegiatan yang kerap dianggap “seru-seruan” itu sering berujung luka dan keresahan warga. Bentrokan biasanya berlangsung singkat, namun dampaknya bisa memanjang.

Di momen yang seharusnya identik dengan pengendalian diri, sebagian remaja justru menjadikannya panggung adu gengsi dan keberanian. Alih-alih memperbanyak ibadah, energi dini hari digunakan untuk menunjukkan eksistensi di hadapan kelompok lain.

Tradisi ini juga menimbulkan kekhawatiran karena berpotensi mengganggu ketertiban umum dan membahayakan pengguna jalan. Terlebih aksi dilakukan pada jam rawan, ketika visibilitas rendah dan aktivitas warga mulai meningkat menjelang sahur.

Baca juga: Mencegah Tawuran Remaja di Bulan Ramadhan dengan Dialog dan Kebersamaan

Ramadan dan Tantangan Ketertiban

Peristiwa perang sarung di Cipayung menjadi pengingat bahwa Ramadan tidak hanya soal ibadah, tetapi juga soal menjaga ketenangan ruang publik. Bentrokan yang mungkin berlangsung beberapa menit itu meninggalkan rasa cemas yang lebih lama bagi warga sekitar.

Di tengah suasana bulan suci, warga berharap ada pengawasan lebih ketat serta kesadaran kolektif untuk menahan diri. Karena pada akhirnya, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan emosi dan adrenalin.

Di Jalan Raya Cipayung dini hari itu, yang paling terasa bukanlah kebersamaan sahur, melainkan ironi — bulan damai, tetapi jalanan justru memanas.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *