Milenianews.com, Jakarta – Guna mencegah terjangkitnya virus DBD, Kemenkes bersama PT. Takeda gelar Langkah Bersama Cegah DBD yang digelar mulai dari 29 Oktober sampai dengan 5 November 2023.
Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kasus demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia menunjukkan tren peningkatan pada bulan November selama 10 tahun terakhir.
Baca juga : Lakukan 9 Cara Ini, Untuk Mencegah Demam Berdarah (DBD)
Oleh sebab itu, Takeda dalam komitmennya dalam penanganan DBD berkolaborasi bersama Kemenkes yang mencangkup kegiatan jalan sehat, gerai edukasi interaktif, jumpa komunitas, stand up comedy, serta edukasi dengue dengan para pakar yang dilaksanakan pada 5 November 2023 dari pukul 06.00 WIB – 12.00 WIB.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat melalui aksi yang melibatkan semua orang untuk berkomitmen dengan fokus pada pencegahan DBD melalui kampanye #Ayo3MplusVaksinDBD.
Disaat yang bersamaan, Takeda melalui Langkah Bersama Cegah DBD berhasil mencapai prestasi bersejarah dengan mencatatkan rekor di Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) untuk penandatanganan komitmen pencegahan DBD oleh lebih dari 2.500 orang.
DBD sendiri di Indonesia terus menjadi beban penyakit yang signifikan di banyak wilayah. Tiga dari empat kematian akibat dengue paling banyak terjadi pada anak usia 0 sampai 14 tahun.
Dengan demikian, hal tersebut sejalan dengan target global zero death (yang direncanakan) pada tahun 2021. Guna mencapai target tersebut, Kementerian Kesehatan telah menyusun strategi nasional penanggulangan penyakit dengue.
“Strategi dimulai dengan pelibatan masyarakat khusunya dengan gerakan 3M plus yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas, serta mencegah gigitan dan perkembangbiakan nyamuk,” jelas Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin pada video sambutannya, Minggu (5/11).
“Kini, Kemenkes juga mendukung pengendalian vektor deangue dengan teknologi nyamuk ber-wolbachia yang telah dilakukan pilot project di enam kota, yaitu Bali, Bandung, Jakarta, Semarang, Kupang dan Bontang,” sambungnya menjelaskan.
Disebutkan bahwa hingga minggu ke-33 di tahun 2023, tercatat 57.884 kasus DBD dengan tingkat insiden sebanyak 21,06 per 100.000 penduduk dan 422 kematian dengan tingkat kematian sebanyak 0,73%.
Baca juga : Kenali Diagnosis Awal Penyakit DBD, Tifus dan ISPA
Dr. Imran Pambudi selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian penyakit Menular, Kemenkes RI menekankan bahwa kasus DBD merupakan ancaman serius, terutama ketika terjadi fenomena El Nino.
“Kasus DBD tetap menjadi ancaman serius bagi masyarakat Indonesia, terutama dengan fenomena El Nino,” pungkas Imran di Gedung Sarinah Jakarta pada Minggu (5/11).
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews