Milenianews.com – Setiap tanggal 1 Mei diperingati sebagai Hari Buruh Internasional. Hampir semua buruh akan turun kejalan untuk menyuarakan aspirasinya selama bekerja. Namun tahukah Sobat Milenia, bagaimana sejarah Hari Buruh dicetuskan pertama kali?.
Berawal dari Revolusi Industri negara Amerika Serikat pada tahun 1806. Saat itu para buruh dipaksa harus bekerja selama 20 jam dalam sehari dan hanya diberikan waktu 4 jam untuk beristirahat.
Eskploitasi anak-anak juga dianggap sangat berlebihan. Mereka yang masih dibawah umur dipaksa harus ikut bekerja dan memiliki waktu kerja yang setara orang dewasa.
Baca Juga : Pemerintah Bebaskan Pajak Penghasilan, PPh21 untuk Buruh Industri Manufaktur
Sejarah Hari Buruh
Selain itu, para buruh juga mendapatkan upah dibawah minimum yang tidak sesuai dengan beban kerja. Akibatnya, banyak buruh yang menderita sakit karena kelelahan hingga meninggal dunia.
Melihat kejadian itu, terbentuklah komunitas Knight of Labor yang sangat berpengaruh dalam sejarah Hari Buruh ini.
Anggota komunitas ini terdiri dari seluruh buruh yang menginginkan haknya untuk mendapatkan kesejahteraan buruh, menghapuskan pekerja anak-anak, merubah jam kerja dan mendapatkan pertanggungjawaban atas kecelakaan kerja.
Komunitas ini didukung oleh Federation of Organized Trades and Labor Unions (FOTLU) yang memproklamirkan penetapan jam kerja hanya 8 jam sehari. Dan mulai diberlakukan pada tanggal 1 Mei 1886.
Selama empat hari, dimulai tanggal 1-4 Mei 1886, seluruh buruh melakukan mogok kerja dan demo menuntut kesejahteraan hidup mereka. Awalnya demo berjalan lancar, namun pada hari keempat terjadi bentrokan antara buruh dengan aparat. Kejadian tersebut pun menimbulkan tewasnya 4 orang pekerja dalam insiden tersebut.
Esoknya, massa pun langsung bergerak menuju alun-alun Haymarket untuk balas dendam terhadap kematian buruh kemarin. Seseorang yang tidak diketahui identitasnya, melemparkan bom rakitan kepada aparat kala itu. Sebanyak 67 aparat menderita luka-luka dan mengakibatkan 7 orang polisi meninggal dunia.
Polisi pun mulai menembaki para demonstran hingga beberapa buruh tewas, kerusuhan ini membuat dunia gempar. Kejadian itu pun dikenal sebagai insiden Haymarket karena terjadi di alun-alun Haymarket.
Untuk memperingati insiden tersebut, hasil kongres di Paris pada Juli 1889 menyatakan bahwa 1 Mei dijadikan sebagai Hari Buruh Internasional. Itulah pertama kali Hari Buruh Internasional diperingati.
Peringatan Hari Buruh di Indonesia
Peringatan hari buruh di Indonesia sendiri pertama kali diperingati pada tahun 1918. Berawal dari anggota serikat buruh yang bernama “Kung Tang Hwee Koan” memiliki markas di Shanghai, namun memiliki ratusan anggota di Surabaya.
Pada masa kemerdekaan, hari buruh pertama kali dirayakan pada 1 mei 1946. Lalu di masa pemerintahan presiden Soeharto, hari buruh ditiadakan karena dinggap identik dengan ideologi komunis.
Hingga pada pergantian nama Kementerian Perburuhan menjadi Departemen Tenaga Kerja pada Kabinet Dwikora masa orde baru. Awaloedin yang saat itu menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja memutuskan peringatan hari buruh dimulai lagi pada 1 Mei 1966.
“Keputusan ini diambil agar tidak disalahmengetikan bahwa Orde Baru adalah anti buruh, padahal yang benar kita adalah anti komunis Indonesia,” kata Awaloedin dalam buku ‘Awaloedin Djamin, Pengalaman Seorang Perwira Polri’ dikutip dari Tagar.id.
Baca Juga : Peringati Hari Buruh, FSPMI Gelar Aksi Demo melalui Medsos
Kemudian, “Tahun berikutnya langsung saya hapuskan.” tulisnya dalam buku itu.
Pemerintah kemudian mengganti nya menjadi tanggal 20 Februari sebagai Hari Pekerja Nasional bersamaan dengan hari lahirnya organisasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) pada 20 Februari 1973.
Seusai runtuhnya kejayaan orde baru, perayaan hari buruh diperingati setiap tahunnya. Pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, hari buruh diperingati tetap pada tanggal 1 Mei dan ditetapkan sebagai hari libur nasional.
Aksi buruh di Indonesia diwarnai dengan pergelaran demonstrasi secara besar-besaran di berbagai kota di Indonesia. (Lady)