Milenianews.com, Jakarta – Suasana haru bercampur bangga terasa kuat di Wisuda ke-62 Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI). Di tengah ribuan wisudawan yang merayakan kelulusan, ada satu cerita yang ikut mencuri perhatian. Datang dari Jakarta Timur, Naufal Aryo Saputro membuktikan bahwa mimpi akademik tetap bisa dikejar meski hidup berjalan dengan ritme yang padat.
Naufal, lulusan Program Studi Hubungan Masyarakat, Fakultas Komunikasi dan Bahasa, memaknai toga yang ia kenakan hari itu lebih dari sekadar simbol kelulusan. Bagi dirinya, toga adalah saksi dari proses panjang, penuh lelah, tapi juga penuh harapan. Kuliah sambil bekerja bukan hal mudah, apalagi ketika tanggung jawab hidup harus terus berjalan beriringan dengan tugas akademik.
Baca juga: Dibalik Toga, Ada Saksi dan Perjuangan Orang Tua Kepada Anak
Selama masa kuliah, Naufal terbiasa membagi waktu antara kelas dan jalanan. Ia bekerja sebagai driver ojek online untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan biaya kuliah. Di sela kesibukan itu, ia juga kerap terlibat sebagai volunteer di berbagai event, sambil terus membuka peluang pekerjaan lain. “Kesibukan saya selain kuliah itu menjadi driver ojol, sembari mencari pekerjaan lain, dan kadang menjadi volunteer di beberapa event,” ungkapnya (1/9).
Fase paling menantang datang saat ia harus menyelesaikan skripsi. Dalam waktu satu bulan penuh, Naufal memaksa dirinya fokus total untuk mencari jurnal, mengolah data, dan merangkai penelitian. Proses yang padat itu terasa berat, tapi ia mengaku tidak sendirian. Peran dosen pembimbing menjadi salah satu kunci ia bisa bertahan hingga akhir. “Saya sangat berterima kasih kepada Ibu Ita Suryani yang sudah menemani saya sampai titik ini. Beliau selalu membantu saya melewati masa-masa sulit mengerjakan skripsi,” tuturnya (1/9).
Untuk tugas akhirnya, Naufal mengangkat topik yang dekat dengan tren anak muda saat ini, yakni “Perancangan Company Profile Ramen Ale Sebagai Media Informasi Kepada Khalayak Eksternal”. Terinspirasi dari menjamurnya kuliner ramen Korea dan Jepang di Indonesia, ia memilih Ramen Ale sebagai objek penelitian. Brand kuliner lokal ini telah memiliki tiga cabang di Halim, Depok, dan Bogor. Lewat riset tersebut, Naufal ingin menunjukkan bahwa bisnis kuliner lokal juga bisa tampil profesional dan kompetitif melalui strategi komunikasi yang tepat.
Meski telah resmi menyandang gelar Diploma 3, Naufal tak ingin berhenti sampai di sini. Ia sudah menyiapkan langkah berikutnya dengan cukup realistis. Sambil tetap bekerja sampingan, ia menargetkan diri untuk mengikuti seleksi CPNS tahun depan. “Kalau ada biaya lebih, saya ingin melanjutkan pendidikan dari D3 ke S1 Jurusan Ilmu Komunikasi,” ujarnya dengan nada optimistis (1/9).
Kisah Naufal Aryo Saputro menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan waktu dan tuntutan ekonomi bukan alasan untuk menyerah pada mimpi. Meski sehari-hari mengaspal sebagai driver ojek online, ia mampu membuktikan bahwa kerja keras, konsistensi, dan kemauan kuat bisa membawa seseorang sampai ke garis akhir pendidikan, bahkan membuka jalan menuju masa depan yang lebih besar.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.













