News  

Presiden Jokowi Soroti Persoalan Hak Cipta Seniman di Indonesia 

Hak cipta seniman

Milenianews.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo atau yang kerap dipanggil Jokowi, baru-bari ini kembali menyebutkan persoalan hak cipta bagi para seniman menjadi “pekerjaan rumah” besar yang harus diselesaikan.

Hal tersebut sesuai dengan yang resmi disampaikan Jokowi dalam arahannya pada acara Peresmian Peluncuran Digitalisasi Layanan Perizinan Penyelenggaraan Event di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta, pada Senin (24/6).

“Kita masih punya PR (pekerjaan rumah) besar juga, setelah ini (kemudahan perizinan) rampung, PR kita juga bagaimana agar hak cipta itu bisa berdampak pada para seniman, pencipta lagu dan lain-lainnya,” kata Jokowi dari rilis yang dikutip Milenianews, Selasa (25/6) di Jakarta.

Baca juga: MST Golf Adakan Kolaborasi Pertama dengan Seniman Lokal

Hak Cipta seniman dalam sebuah acara

Dia menekankan karya-karya seniman yang digunakan dalam sebuah acara, harus dipastikan dapat dirasakan dampaknya oleh para seniman itu sendiri.

“Kalau event-nya banyak tapi dampaknya tidak ke pencipta lagu, ke artisnya, ini juga tidak akan berdampak baik kepada para seniman kita,” katanya.

Presiden Jokowi tekankan pentingnya kemudahan dalam hal perizinan acara

Pada acara peresmian tersebut Presiden sempat mengapresiasi kehadiran Online Single Submission (OSS). Dimana, itu merupakan sistem perizinan terintegrasi, yang memudahkan dalam mendapatkan perizinan. Presiden pun berharap digitalisasi perizinan yang diluncurkan bukan hanya berupa website layanan saja, melainkan betul-betul memberikan kemudahan pengurusan perizinan.

Presiden memberikan beberapa contoh kerumitan perizinan yang sempat terjadi dalam penyelenggaraan acara di Indonesia. Seperti saat penyelenggaraan MotoGP Mandalika hingga konser musik internasional grup musik Coldplay.

Selain itu, ia juga menyinggung tentang kesediaan musisi Taylor Swift tampil di Singapura, yang ditengarai karena kecepatan dan kemudahan akses perizinan hingga keamanan di negara tersebut.

“Kita tahu yang baru saja diselenggarakan (konser) Taylor Swift di Singapura di Bulan Maret lalu. Diselenggarakan enam hari di Singapura, dan Singapura adalah satu-satunya negara ASEAN yang menyelenggarakan,” singgung Presiden.

Baca juga: #saveTIM Tuntut Kejelasan Pemprov DKI dan Ketua DKJ Terkait Pembangunan Wisma Seni Secara Komersil

Presiden meyakini lebih dari separuh penonton konser Taylor Swift di Singapura itu merupakan orang Indonesia. “Karena penggemar Taylor Swift kalau kita lihat di Spotify itu, Indonesia itu 2,2 juta orang,” ujarnya.

Kedatangan penonton Indonesia ke Singapura untuk menyaksikan penampilan Taylor Swift, tentu membuat aliran uang dari Indonesia justru masuk ke Singapura. Akibatnya Indonesia kehilangan potensi atas aliran uang. Dan yang hilang tidak hanya untuk pembayaran tiket, namun juga aliran uang untuk pembayaran hotel, konsumsi hingga transportasi.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *