Milenianews.com, Jakarta – Penyerangan kelompok bersenjata yang membawa keributan di komplek Green Lake City, Kota Tangerang, karena masalah bagi hasil penjualan tanah. Aksi penyerangan itu dilakukan John Kei dan kelompoknya, terhadap Agrapinus Rumatora alias Nus Kei.
Permasalahan itu terjadi secara pribadi dan tak kunjung selesai. Mereka pun saling mengancam melalui saluran telepon. “Masalah pribadi antara John Kei dengan Nus Kei itu tak kunjung selesai. Akhirnya mereka saling mengancam lewat sambungan telepon,” kata Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Nana Sudjana, dikutip CNNIndonesia, Selasa (23/6).
Baca Juga : 25 Orang Ditangkap dari Aksi Keributan di Green Lake City
Polisi menemukan bukti bahwa John Kei memberi perintah kepada anak buahnya untuk menyerang Nus Kei. Lantaran John Kei kecewa dengan uang bagi hasil penjualan lahan di Ambon.
“Ada perintah dari John Kei ke anggotanya, indikator pemufakatan jahat. Ada perencanaan pembunuhan terhadap saudara NK dan ER atau YDR,” katanya.
Kronologi penyerangan oleh kelompok John Kei
Pertama kali terjadi penyerangan di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, sekitar pukul 11.30 WIB, Minggu (21/6). Saat itu, dua anak buah Nus Kei berinisial ER dianiaya hingga tewas oleh 7 anak buah John kei. Sementara satu lagi, AR luka berat, 4 jari tangannya putus.
Siang harinya, sekitar pukul 12.25 WIB, sebanyak 15 orang anak buah John Kei mendatangi rumah Nus Kei di Perumahan Green Lake City, Kota Tangerang, Namun, mereka tak berhasil menemukan Nus Kei. Lalu mereka pun merusak kediaman Nus Kei. Selain itu, mereka juga merusak mobil Nus Kei dan mobil tetangganya.
Keributan pun masih berlanjut, saat akan pergi mereka juga merusak pagar masuk perumahan. Ada juga salah satu anak buahnya mengeluarkan tembakan sebanyak tujuh kali.
“Menyebabkan satu orang sekuriti tertabrak dan satu orang ojol tertembak di bagian jempol kaki kanan,” ujarnya.
Dari kejadian tersebut, Polda Metro Jaya dan Polres Tangerang Kota berhasil menangkap 25 orang, termasuk John Kei. Polisi juga menangkap lagi 5 orang totalnya 30 orang yang diamankan.
Nus Kei dimintai keterangan dalam kapasitasnya sebagai saksi korban. Menurutnya, keterangan dari Nus Kei menjadi modal kepolisian dalam menangkap John Kei dan anak buahnya.
“Salah satunya adalah keterangan saksi, saksi siapa? Salah satunya adalah saksi korban,” ujarnya.
Sampai saat ini, polisi masih memburu anak buah JK yang terlibat dalam pembunuhan. Dan juga mencari orang yang menggunakan senjata api dalam aksi tersebut. (Ikok)







