PKL Simpang Siaga Boyolali Direlokasi Pasca Renovasi, Pedagang Keluhkan Lokasi Baru

Simpang Siaga Boyolali
Simpang Siaga Boyolali

Milenianews.com, BoyolaliSore itu, Simpang Siaga Boyolali terlihat lebih lapang. Trotoar yang dulu dipenuhi lapak pedagang kini tampak bersih dan tertata. Pemerintah daerah menata ulang kawasan tersebut agar lebih nyaman dan representatif. Namun di balik wajah kota yang semakin rapi, para pedagang harus memulai babak baru.

Penataan Kawasan dan Kebijakan Relokasi

Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Boyolali menerbitkan Surat Edaran pada 8 Januari 2026. Melalui aturan itu, pemerintah melarang pedagang kaki lima berjualan di area pedestrian dan sekitar bundaran Patung Simpang Siaga.

Pemerintah mulai menerapkan kebijakan tersebut pada 26 Februari 2026. Petugas langsung mengarahkan para pedagang untuk meninggalkan trotoar dan pindah ke lokasi yang sudah ditentukan.

Kawasan yang terdampak meliputi pedestrian sekitar bundaran hingga jalur arah utara Pasar Simpang Siaga. Pemerintah ingin menjaga kebersihan, ketertiban, serta kelancaran lalu lintas di pusat kota.

Sebagai solusi, pemerintah menyediakan lokasi baru di halaman parkiran Hotel Max One, tepatnya di bawah Simpang Siaga sebelah barat SPBU Kridanggo. Sejak hari pertama relokasi, pedagang mulai menata lapak mereka di area tersebut.

Omzet Menurun, Harapan Ikut Dipertaruhkan

Meski tetap berjualan, sebagian pedagang mengaku kehilangan banyak pembeli. Danang, salah satu PKL, merasakan langsung dampaknya.

“Ya kita hanya orang kecil yang mencari nafkah untuk keluarga, tapi sekarang dipersulit. Ya tapi kami menyadari bahwa kami hanyalah PKL,” ujarnya, Jumat (27/2).

Menurut Danang, pembeli belum terbiasa datang ke lokasi baru. Ia melihat penurunan jumlah transaksi sejak hari pertama relokasi. Jika kondisi ini terus berlangsung, ia khawatir pendapatan hariannya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Bagi pedagang, lokasi lama menawarkan arus lalu lintas yang padat dan visibilitas tinggi. Kini, mereka harus membangun kembali pelanggan dari awal.

Baca juga: Gebyar Padusan 2026 di Umbul Tirtomarto Pengging Hadirkan Kirab Budaya dan Hiburan Musik

Pengunjung Ikut Merasakan Perubahan

Perubahan ini tidak hanya dirasakan pedagang. Pengunjung pun merasakan suasana berbeda.

Devi, warga yang sering membeli jajanan di kawasan tersebut, mengaku lebih nyaman dengan kondisi sebelumnya.

“Menurut saya lebih bagus yang dulu sih dari segi bangunan, dan sekarang pun kalau mau jajan juga sulit, tempatnya nggak ada juga buat makan di tempat,” katanya.

Menurutnya, lokasi lama memudahkan orang untuk singgah dan menikmati makanan di tempat. Di area baru, ia belum menemukan kenyamanan yang sama.

Wajah Kota Baru, Tantangan Baru

Pemerintah Kabupaten Boyolali terus mendorong revitalisasi ruang publik agar kota terlihat lebih tertib dan modern. Penataan Simpang Siaga menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat identitas kota sekaligus memperlancar arus kendaraan di pusat Boyolali.

Kini, dua kepentingan bertemu di satu titik: estetika kota dan keberlangsungan ekonomi kecil. Para pedagang berusaha beradaptasi, sementara pemerintah menargetkan kawasan yang lebih tertib.

Di bawah Simpang Siaga, aktivitas jual beli tetap berjalan meski belum seramai dulu. Para PKL berharap masyarakat segera mengenal lokasi baru mereka. Bagi mereka, relokasi bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan perjuangan menjaga dapur tetap mengepul.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *