Milenianews.com, Jakarta – Bunuh diri di kalangan mahasiswa menjadi sorotan serius, menciptakan kekhawatiran akan kesehatan mental generasi muda yang tertekan oleh beban akademis dan ekspektasi tinggi.
Seperti yang sedang marak belakangan ini, Universitas Tarumanagara atau yang biasa disebut Untar membuat terkejut media dengan adanya berita mahasiswa yang bunuh diri dengan melompat dari lantai 6 gedung kampus pada Jumat (4/10) pukul 18.37 WIB. Sebagian besar berpendapat bahwa kesehatan mental adalah penyebabnya.
Baca juga: Cegah Bunuh Diri di Kalangan Mahasiswa Lewat Edukasi Mental
Adelia Ziudith (20), mahasiswa Universitas BSI Kampus Kramat 98 menanggapi dengan prihatin akan kejadian tersebut, “Aku turut prihatin sih kak, ngeri juga pas tahu berita mahasiswa yang sampai bundir dari lantai 6 gedung kampusnya, pasti dia depresi, kan sayang banget hidupnya jadi sia-sia,” ujar Adelia saat diwawancarai di Universitas BSI Kampus Kramat 98, Rabu (16/10).
“Saran aku sih kita sebagai manusia jangan biasa menyendiri dan hadapi masalah sendiri, karena bagaimanapun kita butuh teman cerita, biarpun tidak menyelesaikan masalah, setidaknya kita merasa sedikit lega, dan itu meminimalisir terjadinya depresi,” sambungnya.
Kesehatan mental adalah kondisi kesejahteraan psikologis atau ketiadaan gangguan jiwa yang memengaruhi cara seseorang berpikir, merasa, dan bertindak. Banyak tugas yang tak terselesaikan dan tanggung jawab besar yang tidak sesuai dengan kemampuan di kalangan anak muda saat ini, membuat kesehatan mental mereka dapat terganggu, diiringi dengan situasi tanpa adanya dukungan dari orang tua atau orang terdekat membuat pikiran dan jiwa seseorang mudah overthinking.
Selain Adelia Ziudith, ada Fidelio Syahroni (19), mahasiswa Universitas BSI Kampus Kramat 98 yang turut memberikan pendapatnya tanpa menyalahkan korban.
“Menurut saya ini bukan salah korban sepenuhnya, mungkin ia ada masalah eksternal dan jadi depresi, kita tidak tahu apa yang sedang dialami di hidupnya sampai ia mungkin tidak kuat lagi, ditambah kalau tidak ada support system, saya sendiri pun butuh support system setiap hari, biar tambah semangat jalanin hidup,” tutur Fidelio ketika diwawancarai di Universitas BSI Kampus Kramat 98, Rabu (16/10).
Menurut Fidelio, support system itu penting untuk menambah semangat hidup, hal tersebut dapat meminimalisir terjadinya depresi dan menjaga kesehatan mental.
“Kalau saran saya sih sebelum melakukan hal itu, harusnya dia melihat ke belakang dahulu, ada orang tua, keluarga, teman-teman yang ada di hidupnya, pastinya dia tidak sendirian. Jangan sia-siain hidup, karena hidup seseorang itu sangat berarti,” terang Fidelio dengan nada bersimpati.
Baca juga: Dear Mahasiswa, Perbanyak Lakukan Kegiatan Positif sebagai Langkah Cegah Bunuh Diri
Terganggunya kesehatan mental membuat hidup seakan tidak berarti, namun depresi hingga melakukan tindakan bunuh diri tentunya tidak dapat dibenarkan. Terciptanya edukasi kesehatan mental sejak dini sangat penting bagi kalangan anak-anak hingga dewasa, karena kesehatan mental tidak memandang usia.
Peran orang sekitar akan kepedulian antarsesama menjadi satu hal penting. Sebelum terulang kembali, marilah mengerti tentang pentingnya kesehatan mental manusia dan jadilah support system yang baik untuk diri sendiri maupun orang lain.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.