Penggunaan Biodiesel Bisa Kurangi 11,4 Juta Ton Emisi Karbon

Penggunaan Biodiesel Bisa Kurangi 11,4 Juta Ton Emisi Karbon
sumber : koaksi indonesia

Milenianews.com – Emisi karbon adalah gas hasil pembakaran senyawa yang mengandung karbon seperti CO2, gas pembuangan dari pembakaran bensin, solar, kayu, daun, gas LPG, dan bahan bakar lainnya yang mengandung hidrokarbon. Indonesia menghasilkan Emisi per kapita pada tahun 2015 mencapai 9,2-ton CO2e – lebih besar dari rata-rata global (7,0-ton CO2e). Untuk itu, Indonesia akan mulai menerapkan penggunaan Biodiesel untuk kurangi emisi karbon.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan capaian program B30 semakin menegaskan keberhasilan Indonesia sebagai pionir B30 dunia.

Menurut dia, implementasi bahan bakar biodiesel telah berhasil mengurangi emisi karbon dioksida di Indonesia sebesar 11,4 juta ton.

“Penyediaan dan pemanfaatan B30 telah menempatkan Indonesia pada posisi terdepan di dunia dalam implementasi biodiesel,” kata Dadan Kusdiana di Jakarta mengutip dari Antara, Senin (26/7).

Baca juga: Gebrakan Generasi Milenial, Ciptakan Adiwiyata Sekolah Peduli Lingkungan

Sepanjang 2021, pemerintah telah menyalurkan biodiesel sebanyak 4,3 juta kiloliter dengan nilai ekonomi mencapai Rp29,9 triliun. Angka tersebut terdiri dari penghematan devisa sebesar Rp24,6 Triliun dan nilai tambah dari minyak sawit mentah atau crude palm oil menjadi biodiesel sebesar Rp5,3 Triliun.

Setiap tahun angka produksi biodiesel terus mengalami pertumbuhan yang positif, tentunya ini akan semakin efektif untuk mengurangi emisi karbon. Jumlah produksi biodiesel pada 2016 tercatat mencapai 3 juta kiloliter, lalu meningkat 300 persen menjadi 8,5 juta kiloliter pada 2020.

Tahun ini, pemerintah menargetkan angka penyaluran biodiesel sebanyak 9,2 juta kiloliter. Ini juga bertujuan untuk menjaga stabilitas harga minyak sawit mentah.

Baca Juga : Tumpahan Minyak Misterius butuh perhatian Dunia, Genang Pesisir Pantai Brasil

Biodiesel, Alternatif bahan bakar mesin diesel untuk kurangi Emisi Karbon

Penerapan program biodiesel ini mendapat dukungan dari 20 badan usaha bahan bakar nabati (BU BBN). Semuanya mengikuti fatty acid methyl ester (FAME) dan wajib melakukan pencampuran biodiesel dengan bahan bakar jenis solar dengan rata-rata serapan 766 ribu kiloliter per bulan.

Biodiesel sendiri merupakan bahan bakar nabati yang terdiri dari campuran senyawa methyl ester dari rantai panjang asam lemak. Ini berfungsi sebagai bahan bakar alternatif mesin diesel.

Indonesia menggunakan minyak sawit mentah sebagai bahan baku utama biodiesel. Pembudidayaan sawit yang sudah mapan membuat bahan ini menjadi bahan utama untuk biodiesel. Selain itu, Indonesia juga merupakan produsen minyak sawit terbesar nomor dua di dunia.

Saat ini Indonesia menjadi negara yang bersaing dalam pasar biodisel dunia sebagai penghasil biodiesel terbanyak melampaui Amerika Serikat, Brazil, maupun Jerman.

Respon (5)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *