Milenianews.com, Jakarta – Pertamina akan membatasi pembelian jenis bbm pertalite untuk masyarakat. Pembatasan tersebut, karena banyaknya penyelewengan yang terjadi di lapangan, untuk target pengguna pertalite.
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), akan memastikan Jenis Khusus BBM Penugasan (JBKP) akan terbatas.
Baca Juga : Kilang Minyak PT Pertamina di Indramayu Terbakar
Kepala BPH Migas, Erika Retnowati mengatakan, dalam peraturannya, akan mengusulkan revisi Perpres 191 tahun 2014.
“Upaya kami saat ini sedang mengusulkan perubahan atau revisi atas Perpres 191 Tahun 2014. Kemarin sudah Pak Menteri ESDM sampaikan ke Presiden yang kemudian akan kami bahasa dengan Setneg dan Setkab,” katanya, mengutip Kumparan, Jumat (10/6).
Pembelian pertalite harus melalui aplikasi MyPertamina

Sementara itu, Dirut PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati, membeberkan kriteria pembeli dan mekanisme pembeliannya.
Menurutnya, mekanisme tersebut akan menggunakan aplikasi MyPertamina, dalam setiap pembelian pertalite. Selama ini aplikasi tersebut menggunakan cashless payment dalam setiap pembelian bbm di SPBU.
“Kita sedang uji coba untuk menggunakan MyPertamina digunakan untuk BBM subsidi, supaya lebih targeted. Kalau sekarang semua orang bisa, tergantung risih apa enggak pakai mobil bagus beli Pertalite atau Biosolar,” kata Nicke saat Media Gathering, Rabu (8/6).
Pembatasan tersebut terjadi karena penjualan pertalite dan solar bersubsidi secara bebas, maka pasokannya tidak akan cukup sampai akhir tahun. Maka pembatasan pembeli ini akan dilakukan secara sistemik lewat aplikasi.
Selain itu, pihaknya ingin melindungi para operator SPBU yang sering mendapat kekerasan dari oknum yang memaksa menggunakan bbm subsidi.
“Sekarang dari nomor kendaraan sehingga nanti untuk yang berhak itu harus terdaftar di MyPertamina. Jadi kalo enggak ada itu otomatis tidak bisa,” tegasnya.
Baca Juga : Pertamax Naik, Cek Kenaikan Harganya dari Berbagai Provinsi
Pembatasan ini juga berlaku untuk kuota pembelian harian kendaraan. MyPertamina nantinya bisa mendeteksi kendaraan yang melebihi kuota pembelian bbm bersubsidi.
“Kita sedang set juga untuk kendaraan-kendaraan kita maksimalkan 200 liter perharinya,” jelasnya.(Rifqi Firdaus)
Jangan sampai ketinggalan info terkini bagi generasi milenial, segera subscribe channel telegram milenianews di t.me/milenianewscom.