Pecundang cinta

pecundang cinta

Mata Akademisi, Milenianews.com – Pecundang cinta hanya menaruh segala harap pada sesama insan. Sedangkan manusia adalah makhluk lemah yang tak layak untuk menjadi segala harap dan tambatan hati. Insan penuh alfa dan tempat segala dosa adalah manusia. Sungguh tak layak menjadi tumpuan segala harap dan ingin.

Mencintai adalah sebuah rasa, karunia dari Allah Sang Pencipta. Hanya Allah Maha Pembolak Balik hati, hanya Dia yang layak untuk mendapat cinta sepenuh hati.

Baca juga: Maksimalkan Ibadah Ramadhan Meski Harus #dirumahaja

Pecundang Cinta

Janganlah berharap hanya pada makhlukNya, karena sesungguhnya cinta hanya untuk Sang Kekasih sejati. Lalu jika ada yang bertanya, mengapa rasa cinta itu ada? Dan mengapa semua tercipta berpasangan?

Cinta adalah pelengkap kehidupan, tak selayaknya mengutamakan cinta manusia di atas segalanya. Karena tingkatan cinta tertinggi hanya untuk Sang Khalik, pencipta alam raya.

Manusia tercipta sebagai pengemban amanah, sebagai khalifah yang mengurus segala aspek kehidupan bumi. Makhluk yang bernama manusia ini akan mengalami fase kehancuran dan kematian maka cinta sejatinya tak layak tercurah sepenuh hati.

Semua akan pergi dan semua akan berlalu. Pecundang cinta selalu punya ambisi memiliki cinta sepenuh hati, tak siap pergi dan kepergian. Mudah menyerah, padahal Allah Azza wa Jalla akan senantiasa menguji makhluknya pada apa yang sangat ia cinta. Karena sejatinya sifat cemburu hanya milik Allah.

Ada baiknya manfaatkan Ramadhan kali ini dengan lebih banyak beristighfar dan memohon ampunan Allah Azza wa Jalla atas segala khilaf dan salah. Raih cinta sejati yang hanya untuk Allah dan hanya karena Allah pertemuan cinta sebagai pelengkap hidup akan tertambat.

Hadits Tentang Cinta

Jika seorang makhluk menetapkan satu cinta yang berlebihan pada sesama makhlukNya. Maka sudah tentu Sang Pecipta akan cemburu, dan ujian itu turun. Tak selayaknya mencintai kekasih hati yang hanya sesama makhluk melebih cinta kita pada Sang Pengasih dan Penyayang.

Baca juga: Bunuh Diri

“Cintailah kekasihmu sewajarnya saja karena bisa saja suatu saat nanti ia akan menjadi orang yang kamu benci. Bencilah sewajarnya karena bisa saja suatu saat nanti ia akan menjadi kekasihmu”. (H.R. At-Tirmidzy).

Rasulullah SAW bersabda: “Hiduplah sesukamu maka sesungguhnya kamu akan mati. Cintailah sesuatu sesukamu maka sesungguhnya kamu akan berpisah. Berbuatlah sesukamu maka sesungguhnya kamu akan bertemu dengannya.” (H.R. Hakim)

Riwayat dari Abdullah bin Abbas ra, berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Cintailah Allah atas anugerah nikmat yang diberikan kepadamu, dan cintailah aku karena cinta kepada Allah, dan cintailah keluargaku karena mencintaiku.” (H.R. At-Tirmidzy dan al-Hakim).

Wallahu A’lam Bishawab. 

Penulis: Bunda Khansa, Ibu rumah tangga yang bahagia.

Respon (11)

  1. “cinta sejati ialah cinta kepada Allah SWT”

    suka banget sm kata2 ini..😍

    semoga kita semua slalu berada di jalan yg di ridhoi-Nya.. Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *