Milenianews.com, Depok – Anda mungkin mengira memarkir mobil di depan gang permukiman selama satu jam adalah keputusan paling aman malam itu. Tidak berisik, tidak mencolok, hanya jeda singkat antara pukul 20.00 hingga 21.00 WIB. Namun di Jl. Serimpi III, Depok 2 Tengah, Selasa (3/3), satu jam rupanya cukup bagi seseorang untuk datang tanpa permisi, memecahkan kaca, dan pergi membawa lebih dari sekadar barang membawa rasa aman yang pecah bersamaan dengan serpihan kaca di kursi belakang.
Baca juga: Tawuran Perang Sarung Pecah di Depok Dini Hari, Warga Sebut Kerap Terjadi Saat Ramadhan
Kejahatan yang sering terjadi di wilayah jabodetabek
Ketika sang pemilik kembali, kaca tengah bagian kanan mobilnya sudah dalam kondisi hancur. Bukan sekadar retak atau goresan tipis pelaku memecahkannya hingga hancur total, seolah-olah kepercayaan pun bisa dihancurkan dalam sekali ayun tanpa pengawasan. Di dalamnya, satu tas ransel pink muda raib bersama isinya satu unit MacBook Air Rose Gold dan dompet.
Modus pecah kaca mobil bukan barang baru. Ia seperti menu lama yang terus dipesan ulang oleh pelaku kriminal jalanan. Parkir sebentar, tinggal sebentar, kembali sebentar lalu semuanya berubah. Yang hilang bukan hanya barang, tapi juga rasa nyaman memarkir kendaraan di depan rumah sendiri.
Tas ransel pink muda mungkin terlihat mencolok. Tapi yang lebih mencolok adalah keberanian pelaku beraksi di area permukiman pada jam yang belum terlalu larut. Artinya sederhana pelaku tak lagi menunggu sepi total. Mereka membaca celah, bukan jam.
Polanya nyaris selalu sama kaca dipecah, barang bernilai tinggi disasar, pelaku menghilang dalam hitungan menit. Laptop dan dompet menjadi target empuk kombinasi antara nilai jual dan potensi akses data pribadi.
Baca juga: Gapai Berkah Ramadhan, Sekolah BM 400 Depok Gelar Bakti Sosial untuk Warga Sekitar













