Milenianews.com, Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata nggak cuma soal ngasih makan jutaan warga, tapi juga ngasih peluang ekonomi baru dari sesuatu yang selama ini dianggap “nggak penting”: minyak jelantah. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana buka-bukaan soal ini saat konferensi pers di kantor Kementerian PPN/Bappenas, Rabu (19/11).
Baca juga: Perpres Tata Kelola MBG Rampung, Sanksi Siap Ditegakkan
Dadan bilang, minyak goreng bekas dari dapur MBG sekarang udah nggak dibuang sia-sia. Semua jelantah itu ditampung lewat mitra-mitra BGN, diolah lagi, dan bahkan siap dijual keluar negeri. Yang bikin heboh, salah satu pembeli potensialnya adalah maskapai besar Singapore Airlines yang lagi getol pakai bioavtur, bahan bakar ramah lingkungan buat pesawat.
“Minyak jelantahnya ditampung oleh para entrepreneur dan kemudian diekspor. Salah satu penggunanya adalah Singapore Airlines yang menggunakan bioavtur. Harganya pun bisa dua kali lipat dari harga biasa,” kata Dadan (19/11).
Program MBG udah menyentuh 44 Juta penerima manfaat
Dari sisi jumlah, potensi jelantah ini nggak main-main. Dadan ngejelasin kalau satu unit dapur SPPG dapur tempat makanan MBG disiapin pakai sekitar 800 liter minyak tiap bulan, dan sekitar 70 persennya berubah jadi jelantah. Itu artinya sekitar 550 liter jelantah cuma dari satu dapur aja. Kalau dikaliin dengan target 30.000 unit SPPG, hasilnya bisa tembus belasan juta liter jelantah per bulan.
“Dari 30 ribu SPPG saja, jika dikalikan 550 liter, itu sudah berapa juta liter per bulan. Ini bisa menjadi peluang ekonomi baru,” jelas Dadan (19/11).
Sampai sekarang, pemerintah udah ngebangun 15.363 unit SPPG yang tersebar di ribuan kecamatan dan ratusan kabupaten. Dampaknya? Program MBG udah nyentuh lebih dari 44,3 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Dan bukan cuma soal makan sehat, tapi juga soal ngebangun ekosistem ekonomi baru.
Baca juga: SPPG Tanah Sareal Bogor Evaluasi dan Perbaiki Layanan MBG
“Program ini tidak hanya memberi makan, tapi juga menciptakan ekosistem ekonomi lokal dan nasional yang berkelanjutan,” tegas Dadan (19/11).
Jadi, jelantah yang dulu cuma dianggap limbah, sekarang justru bisa jadi cuan gede dan bahkan terbang jauh bareng pesawat internasional. Indonesia nggak cuma bikin rakyatnya makan lebih sehat, tapi juga ngebuka jalan buat inovasi energi yang makin ramah lingkungan.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.












