Milenianews.com – Dalam era digitalisasi saat ini, media sosial sudah mulai banyak yang berkembang. Masyarakat pun sudah semakin cerdas dalam memanfaatkan media sosial tersebut salah satunya dalam mencari informasi.
Kecepatan informasi yang ada di media sosial juga tidak dapat dihentikan. Oleh sebab itu banyak masyarakat yang memilih mencari informasi terkini melalui media sosial.
Kecepatan informasi di media sosial sering kali mengalahkan kecepatan informasi yang diberikan media pers. Meskipun seperti itu, peran pers di sebut tidak akan tergantikan dengan media sosial.
Baca juga: Mengapa Banyak Media Sosial Diblokir China? Simak Penjelasannya!
Hal itu disampaikan oleh Irwan Kelana, selaku Redaktur Senior Milenianews.com bahwa secepat apapun informasi mengalir di media sosial, pada akhirnya masyarakat akan tetap ke media pers untuk mencari kebenaran serta kelengkapan informasi tersebut.
“Sekarang media bersaing dengan media sosial karena media sosial itu lebih cepat ya on the spot. Tapi ketika orang mencari berita yang kredibel tetap orang mencari di media yang resmi karena di situkan ada klarifikasi, data-data dan sebagainya,” jelas Irwan pada Jumat (5/1).
Selain dari sisi kecepatan berita, media pers juga bersaingan secara bisnis serta ketertarikan masyarakat dengan media sosial. Hal tersebut dikarenakan banyak UMKM atau masyarakat yang memilih mengiklankan produk mereka di media sosial dari pada bekerja sama dengan media pers.
Baca juga: Pemanfaatan AI Sebagai Media Promosi Bagi UMKM
Saat ini disebutkan sudah banyak media pers yang mengadakan berita berbayar yang isinya meliputi berita yang lebih berkualitas. Hal tersebut termasuk bentuk atau cara media tersebut mempertahankan keberlanjutannya.
“Itu kenapa sudah banyak media yang melakukan subscribe berbayar. Tapi kan kita yang gak bayar saya bisa tetap mendapatkan informasi. Walaupun seandainya kita lihat yang berbayar dan tidak berbayar itu memang agak berbeda. Tapi kan kemudian untuk mendorong masyarakat mendukung media yang berkualitas juga susah kan, orang bisa dapat yang gratis ngapain berbayar. padahal dengan berbayar bisa mendukung sisi bisnis si media,” ungkap Ririn Oktavia Jurnalis Ekonomi dan Bisnis di Bisnis Indonesia Group, Jumat (5/1).