Manfaat Puasa Menurut Profesor Jepang

Milenianews.com, Jakarta – Bulan suci Ramadhan telah tiba. Umat muslim seluruh dunia akan menjalankan ibadah Puasa. Puasa merupakan salah satu Ibadah yang terkandung dalam rukun Islam yang lima.

Setiap ibadah dalam Islam, memiliki hikma dan tujuan nya. Seperti Sholat, bertujuan untuk menegah perbuatan keji dan mungkar (QS Al Ankabut ayat 45).

Baca Juga : 6 Menu Sahur Praktis Buat Anak Kost

Puasa pun begitu, dijelaskan dalam Al Quran membentuk pribadi muslim yang bertaqwa kepada Allah. Menahan haus, lapar dan hawa nafsu sejak waktu Imsak (Subuh) sampai terbenam matahari membuat diri menjadi lebih rendah hati dan bersyukur juga bersabar dengan merasakan keadaan yang dialami orang tak mampu.

Profesor Jepang Meneliti Manfaat Puasa Bagi Tubuh

Selain itu, Puasa juga memberi efek positif terhadap tubuh dari aspek rohani dan jasmani. Dan itu bukan hanya opini, melainkan sudah dibuktikan oleh Profesor Yoshinori Ohsumi, seorang peneliti asal Jepang.

Ohsumi membuktikan secara ilmiah bahwa puasa memberi dampak baik bagi kesehatan. Menurut peraih nobel di bidang Ilmu Fisiologi atau Kedokteran ini, menyebut puasa berkaitan erat dengan Autophagy.

Ohsumi menemukan kunci untuk ‘mengaktivasi’ proses autophagy pada sel ialah kondisi kekurangan nutrisi. Di sisi lain, berpuasa membuat otak menerima sinyal bahwa tubuh sedang kekurangan makanan dan mencari-cari makanan yang tersisa dalam tubuh.

Dalam proses ini, tubuh harus terbebas dari makanan dan minuman minimal 12 jam. Itu sesuai degan durasi berpuasa umat muslim secara umum. Sedikit saja makanan yang masuk ke tubuh sebelum 12 jam dapat membuat proses autophagy terhenti.

Dikutip Dream, Autophagy merupakan istilah Yunani yang berarti ‘Memakan Diri Sendiri”. Secara ilmiah, autophagy dikenal sebagai kemampuan sel dalam tubuh untuk memakan atau menghancurkan komponen tertentu di dalam sel itu sendiri.

Autophagy Juga Cegah Proses Penuaan

Sel dapat mengisolasi bagian dari sel yang rusak, mati, tidak bisa diperbaiki, terserang penyakit maupun terinfeksi. Setelah mengisolasi bagian yang bermasalah, kemudian sel menghancurkan bagian tersebut menjadi sesuatu yang tidak membahayakan. 

Baca Juga : 6 Tradisi Yang Hanya Ada Di Bulan Ramadhan

Bahkan melakukan daur ulang untuk menghasilkan energi dalam sel. Dari mekanisme ini, komponen-komponen sel yang rusak akan dibangun dan diperbaharui kembali.

Selain itu, Autophagy juga mempengaruhi perkembangan embrio hingga pencegahan negatif dari proses penuaan.

Ibadah Puasa banyak memberikan manfaat yang baik bagi kesehatan. Alangkah baiknya jika manfaat berpuasa tak hanya dirasakan saat Ramadhan saja.

Ibadah puasa Sunnah yang lebih banyak waktunya, akan rutin merangsang proses Autophagy. Sehingga tubuh pun akan menjadi lebih sehat.

Sumber : Dream.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *