Milenianews.com, Jakarta – Setelah lebih dari satu tahun terpisah, lima pekerja asal Thailand yang sebelumnya disandera di Gaza akhirnya tiba di Bangkok pada Minggu (9/2) kemarin. Momen kepulangan mereka disambut haru oleh keluarga yang lama menunggu. Kelimanya dibebaskan pada 30 Januari sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata Israel-Palestina.
Menteri Luar Negeri Thailand, Maris Sangiampongsa, menyatakan bahwa kepulangan mereka merupakan peristiwa bersejarah. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan menjamin kesejahteraan para pekerja tersebut.
Baca juga: BMH Salurkan Rp 400 Juta untuk Palestina: Dukungan Kemanusiaan yang Menginspirasi
Setiap sandera akan mendapatkan kompensasi sebesar 600.000 baht (sekitar Rp 288 juta) serta tunjangan bulanan hingga mereka berusia 80 tahun agar tidak perlu kembali bekerja di Israel.
Sejak Oktober 2023, konflik di Timur Tengah telah menelan banyak korban dari Thailand, dengan 31 warga dilaporkan diculik dan 46 pekerja kehilangan nyawa.
Meski demikian, pemerintah Thailand tetap melanjutkan program pengiriman tenaga kerja ke Israel, dengan rencana menambah 13 ribu pekerja baru dalam waktu dekat.
Baca juga: Pejuang Palestina di Jenin Hadapi Serangan Israel dengan Perlawanan Sengit
Pemerintah berharap kebijakan ini dapat memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakatnya, meskipun risiko tetap menjadi salah satu perhatian utamanya.
Keputusan tersebut pun memicu berbagai tanggapan, baik dari pihak yang mendukung maupun yang mengkritisinya.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.