Milenianews.com, Yogyakarta – Ekonomi digital merupakan satu isu yang menjadi perhatian dalam perhelatan KTT G20, yang akan terselenggara pada 15-16 November 2022 mendatang.
Hal itu tercermin dengan gelaran Digital Economy Working Group (DEWG) dalam rangkaian acara KTT G20.
Baca Juga : Tangkal Konten Berbahaya di Media Sosial, CfDS Luncurkan Situs Web Anti Konten Negatif
Sebagai upaya mendukung pemerintah Indonesia, Center for Digital Society (CfDS) Universitas Gadjah Mada menghelat acara bertajuk ‘Digital Experts Talk #11: Boosting Digital Economy in the Data-Driven Age’.
Acara ini mengundang Dr. I Nyoman Adhiarna (Ketua Panitia DEWG), Treviliana Eka Putri (Peneliti CfDS), May-Ann Lim (Direktur Asia Cloud Computing Association), dengan moderator Peter Lovelock (Access Partnership). DET #11 diadakan secara daring melalui YouTube Live stream dan Facebook Live.
Dalam kesempatan tersebut, I Nyoman Adhiarna selaku Ketua Panitia DEWG memaparkan bahwa, pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus mengembangkan sektor ekonomi digital.
Hal ini bertolak dari tingginya jumlah penetrasi internet di Indonesia. Menyambut baik komitmen pemerintah, Treviliana Eka Putri menyampaikan bahwa CfDS juga berupaya untuk terus terlibat dalam peningkatan ekonomi digital. Khususnya dalam advokasi gerakan literasi digital bagi aktor utama di ekonomi digital seperti Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) maupun masyarakat umum sebagai konsumen mengingat sektor ini memegang peran besar dalam ekonomi digital Indonesia.
Meski begitu, Treviliana juga mengatakan bahwa masih terdapat tantangan dalam pengembangan ekonomi digital UMKM.
“Alih-alih menempatkan angka sebagai tujuan utama, kita perlu menaruh perhatian pada bagaimana kita dapat memberikan pembangunan kapasitas pada UMKM. Saya telah melihat beberapa inisiatif, baik dari pemerintah maupun akademisi. Hanya saja, beberapa inisiatif belum diketahui oleh banyak orang. Salah satu pekerjaan rumah kita adalah mengarusutamakan berbagai inisiatif tersebut,” ujarnya.
Diskusi ini juga membahas terkait pentingnya pengelolaan data dalam akselerasi ekonomi digital. Menurut Nyoman, aliran data pribadi lintas negara merupakan satu isu yang menjadi tantangan bagi pemerintah.
“Ketika berbicara mengenai data, kita tidak bisa menggunakan pendekatan yang ekstrem. Kita harus mampu menemukan keseimbangan yang optimal antara pembangunan ekonomi dalam negeri, kepentingan kebijakan publik, dan mengintegrasikannya dengan ekosistem digital global,” ucapnya.
Baca Juga : Sukseskan Presidensi G20 Indonesia, Meta Unjuk Komitmen dalam Peningkatan Literasi Digital
Seluruh narasumber sepakat bahwa digitalisasi terbukti menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi. Kendati demikian, tantangan terkait perlindungan data juga kian meningkat.
Maka dari itu, untuk mencapai keseimbangan dalam regulasi perlindungan data sekaligus memaksimalkan peluang ekonomi dan perdagangan, kerjasama antar berbagai pemangku kepentingan menjadi hal krusial.(Rifqi Firdaus)
Jangan sampai ketinggalan info terkini bagi generasi milenial, segera subscribe channel telegram milenianews di t.me/milenianewscom.