Milenianews.com, Jakarta – Kolombia melangkah ke final Copa América 2024 setelah meraih kemenangan 1-0 atas Uruguay di Bank of America Stadium, Charlotte, North Carolina, pada hari Rabu (10/7) kemarin. Gol tunggal yang dicetak oleh Jefferson Lerma pada menit ke-39 memastikan kemenangan bagi Los Cafeteros, sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi 28 pertandingan.
Namun, pertandingan tersebut tidak lepas dari insiden yang tidak menyenangkan setelah peluit akhir berbunyi.
Baca juga: Meksiko Tersingkir dari Copa America Setelah Imbang Lawan Ekuador
Insiden panas dan kerusuhan pasca pertandingan Kolombia vs Uruguay di Copa América 2024
Melansir dari CNN, pertandingan ini berlangsung panas dengan tujuh kartu kuning dan satu kartu merah yang diberikan oleh wasit. Daniel Muñoz dari Kolombia harus keluar lapangan di babak pertama setelah menerima kartu kuning kedua. Setelah peluit akhir, situasi memanas lebih lanjut ketika pemain dari kedua tim terlibat bentrok di tengah lapangan.
Siaran Fox Sports 1 menunjukkan pemain Uruguay memasuki tribun dan terlibat baku hantam dengan para penggemar. Kapten Uruguay, José María Giménez, mengungkapkan bahwa para pemain berusaha melindungi keluarga mereka dari kerusuhan tersebut dan menyebut insiden ini sebagai “bencana”.
“Biarkan saya memberi tahu Anda sesuatu: mereka seharusnya berhati-hati karena ada keluarga di tribun,” kata Gimenez kepada penyiar resmi dalam bahasa Spanyol. “Dan jika ada sesuatu yang terjadi menimpa keluarga kami, mereka dari sektor penggemar Kolombia dan mereka tidak membiarkan saya membicarakan hal ini di mikrofon, tetapi saya akan mengatakannya sekarang karena saya tahu saya bisa.”
Giménez melanjutkan dengan mengatakan bahwa keluarga mereka dalam bahaya dan mereka harus pergi ke tribun untuk menyelamatkan orang yang mereka cintai yang membawa bayi yang baru lahir. Dia juga mengkritik kurangnya kehadiran polisi selama setengah jam insiden tersebut.
Baca juga: Uruguay Menggila, Hantam Bolivia 5-0 di Copa America 2024
CONMEBOL kutuk keras insiden kekerasan pada pertandingan Kolombia kontra Uruguay
CONMEBOL, badan sepak bola Amerika Selatan, mengutuk keras insiden tersebut dan menekankan pentingnya nilai-nilai positif dalam sepak bola. “Tidak ada tempat untuk intoleransi dan kekerasan di dalam dan di luar lapangan,” kata mereka dalam sebuah pernyataan setelah pertandingan.
Salah satu media pemberitaan pun telah menghubungi Asosiasi Sepak Bola Uruguay (UFA) dan Departemen Kepolisian Charlotte untuk mendapatkan komentar lebih lanjut.
Kolombia, yang pernah memenangkan turnamen ini sekali pada tahun 2001, akan menghadapi Lionel Messi dengan melawan Argentina di final pada hari Minggu di Hard Rock Stadium, Miami Gardens, Florida. Pertandingan ini diharapkan berlangsung sengit, dengan kedua tim berjuang untuk meraih gelar bergengsi tersebut.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.