Milenianews.com, Bantul – Hadeh gak ada kapok-kapoknya! Lagi-lagi klitih berulah kembali, kali ini di Kelurahan Canden, Kec. Bantul, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Minggu (8/2) dini hari. Sekelompok pemuda bermotor membawa celurit menyerang warga yang sedang bersantai di teras rumah perangkat desa. Peristiwa yang terekam kamera pengawas itu menjadi cermin gelapnya fenomena kejahatan jalanan yang kini makin jamak disebut “klitih”.
Sekitar pukul 03.15 WIB, para korban termasuk Purwaka Nugraha (44), Carik Kelurahan Canden yang tengah menikmati suasana malam dengan bercengkerama dan bermain PlayStation di teras rumah. Rutinitas sederhana itu mendadak berubah saat rombongan bermotor tiba tanpa sapaan. Dalam hitungan detik, celurit diayunkan ke arah kerumunan, menciptakan kepanikan dan kebingungan. Dalam kejadian itu, seorang warga mengalami luka robek di jari manis dan lecet di pergelangan tangan akibat senjata tajam.
Baca juga: Kunjungan Wiranto ke Pandeglang Disambut dengan Tusukan Sajam di Perut
Warga sempat melawan, namun karena kondisi gelap dan ruang gerak terbatas, para pelaku berhasil melarikan diri ke arah barat, hanya meninggalkan suara motor dan bayangan samar.
Jejak Pelaku dan Respons Warga
Curiga terhadap identitas pelaku, beberapa warga kemudian mendatangi rumah salah satu tersangka di Dukuh Potrobayan. Di sana, anak muda yang berinisial MD (19) akhirnya mengakui perannya serta keterlibatan rombongan tersebut dalam aksi malam itu. MD yang masih berstatus pelajar bersama lima rekannya yang juga diamankan, dicurigai menjadi bagian dari kelompok yang membawa celurit. Keenamnya berasal dari wilayah sekitar Bantul, dengan rentang usia yang sebagian besar masih remaja.
Kerja cepat warga didukung aparat Polsek Jetis tiba di lokasi dan membawa keenam terduga pelaku bersama barang bukti sepeda motor dan senjata tajam ke kantor polisi. Identitas lain yang diduga terlibat juga menyerahkan diri setelah meninggalkan motor dan celurit di wilayah Padukuhan Bungas, Sumberagung. Sementara satu tersangka hingga kini masih dalam buruan.
Rekaman CCTV: Saksi di Era Digital

Rekaman kamera pengawas memperlihatkan dengan jelas bagaimana rombongan pemuda menghampiri kerumunan warga di depan rumah korban, kemudian tiba-tiba menyerang. Detik demi detik rekaman itu menjadi barang bukti penting bagi penyidik dalam menelusuri motif serta kronologi kejadiannya. Polres Bantul menyatakan bahwa investigasi masih terus berjalan, dengan memeriksa saksi dan meneliti jejak digital serta fisik yang tertinggal di lokasi kejadian.
Menyibak Akar Kejahatan Jalanan
Fenomena seperti di Canden bukan sekadar lontaran motor dan celurit semata namun bagian dari dinamika sosial yang lebih luas. Di berbagai wilayah DIY, kasus klitih atau kejahatan jalanan oleh remaja telah lama menjadi momok yang meresahkan warga. Fenomena ini sering terjadi pada dini hari, dengan pola serangan cepat yang sulit ditangkap oleh satuan patroli rutin.
Baca juga: Keindahan Kerajinan Tangan Gerabah Yogyakarta: Kreativitas Jogja Terracotta
Kasus ini juga jadi panggilan bagi warga dan aparat untuk memperkuat sinergi dalam mencegah kejahatan serupa. Kepolisian Bantul sendiri mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, segera melapor bila melihat aktivitas mencurigakan, dan mendukung program keamanan lingkungan demi mencegah terulangnya insiden yang mengusik ketentraman kampung.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.













