Kisah Fiqey, Mahasiswa ITS Raih 4 Medali di 4 Ajang Kemendikbud

Kisah Fiqey Mahasiswa ITS

Milenianews.com, Jakarta – Fiqey Indriati Eka Sari tidak hanya berhenti pada satu kejuaraan. Mahasiswa dari Departemen Teknik ITS berhasil meraih empat medali dalam empat kompetisi talenta yang berbeda yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). Kisah Fiqey ini membuatnya menjadi perbincangan karena prestasi yang luar biasa.

Fiqey, nama panggilan akrabnya, telah mencatatkan prestasi yang luar biasa dalam Kontes Robot Indonesia (KRI), Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas), Pagelaran Mahasiswa Nasional Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Gemastik), dan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres).

Baca juga : Kisah Viral Derlin yang Jualan Sambil Bersekolah!

Dia menceritakan bahwa minatnya dalam bidang teknologi mulai tumbuh ketika masih berada di sekolah dasar. Rasa ingin tahunya memicu pemikiran Fiqey untuk memanfaatkan teknologi dalam berbagai bidang, termasuk kesehatan, pendidikan, dan lingkungan.

“Sedari kecil saya memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, bahkan saat dulu masih SD ketika melihat buah liar di ladang, sudah terpikirkan ‘Kira-kira buah ini bisa dimanfaatkan jadi apa ya?’ dan ternyata hal ini berlanjut hingga SMA. Namun, saat SMA ketertarikan terhadap teknologi meningkat. Dari situ saya ingin masuk Teknik Informatika ITS dan melanjutkan prestasi,” jelasnya dalam situs Pusat Prestasi Nasional Kemdikbud Ristek pada Minggu (2/7).

Kisah Fiqey mahasiswa ITS raih 4 medali

Kuliah berawal dengan robotik

Pada tahun 2019, Fiqey menjadi mahasiswa baru di Departemen Teknik Informatika ITS. Dia memiliki impian untuk bergabung dengan tim ICHIRO, tim robot humanoid di ITS yang telah menang dalam kompetisi robot nasional dan internasional.

“Awalnya aku nggak berani karena nggak ada pengalaman di pemrograman karena aku dari IPA, tapi aku terus berusaha berlatih karena prinsip do beyond ordinaries, hingga akhirnya aku berhasil diterima sebagai anggota programmer setelah melalui proses yang panjang,” kata Fiqey.

Baca juga : Kisah Arsinta Pramita, Anak 16 Tahun yang Lolos di UTBK SNBT Unair 2023

Fiqey mengikuti berbagai ajang talenta yang Kemdikbudristek adakan. Dia berhasil menjadi anggota inti tim ICHIRO dan menjadi juara dalam Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) kategori Humanoid tingkat nasional. Dia juga mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Karsa Cipta (PKM-KC) pada tahun 2019.

Dalam PKM-KC, Fiqey menciptakan Mobile Virtual Assistant yang dapat mendeteksi risiko komplikasi Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis pada penderita gagal ginjal kronis.

Mengikuti mahasiswa berprestasi Nasional

Pada tahun 2022, Fiqey memiliki impian untuk menjadi Mahasiswa Berprestasi Nasional (Mawapres). Awalnya, dia merasa impian tersebut tidak mungkin tercapai. Namun, setelah belajar dari pengalaman, Fiqey membangun keyakinan duntuk terus berjuang.

Baca juga : Kisah Doktor Termuda di Indonesia, Lulusan Unair Berusia 24 Tahun

Dengan semangat yang tinggi, Fiqey berhasil meraih posisi Juara 2 dalam Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Program Sarjana Tingkat Nasional pada tahun 2022.

Prestasi Fiqey

Prestasi Fiqey tidak hanya terbatas pada kompetisi tingkat nasional, tetapi juga mencakup prestasi di tingkat internasional. Pada tahun 2022, Fiqey berpartisipasi dalam kompetisi Internasional RoboCup kategori Humanoid Soccer Kid Size dan Middle Size League yang berlangsung secara fisik di Bangkok International Trade & Exhibition Centre (BITEC).

Beberapa prestasi yang berhasil Fiqey raih baik di tingkat nasional maupun internasional adalah sebagai berikut:

  • Medali Perunggu Poster Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 33 Tahun 2020
  • Pengajar Jelajah Nusa PT Ultramilk Jaya Tahun 2020 di Desa Kuala Baru, NAD
  • Juara 1 FIRA Robot World SimulCup HuroCup Sprint Adult Size Tingkat Internasional Tahun 2021
  • Juara 1 FIRA Robot World SimulCup HuroCup Weightlifting Adult Size Tingkat Internasional Tahun 2021
  • Juara 1 Lomba Menggiring Bola (LMB) Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Humanoid KRI Tingkat Nasional Tahun 2021
  • Juara 2 Lomba Kerjasama Robot (LKR) Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Humanoid KRI Tingkat Nasional Tahun 2021
  • Juara 3 Lomba Lari (LL) Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Humanoid KRI Tingkat Nasional Tahun 2021
  • Juara 1 Umum Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Humanoid KRI Tingkat Nasional Tahun 2021
  • Medali Emas Presentasi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 34 Bidang PKM-KC Tahun 2021
  • Juara 2 Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (PILMAPRES) Program Sarjana Tingkat Nasional Tahun 2022
  • Juara 3 KidSize Soccer Competition RoboCup Humanoid League Tingkat Internasional Tahun 2022
  • Medali Emas Pagelaran Mahasiswa Nasional Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (GEMASTIK) XV Divisi Karya Tulis Ilmiah TIK Tahun 2022.

Dukungan dari orang tua

Dalam perjalanan Fiqey sampai saat ini, dia mengakui bahwa doa dan dukungan dari orang tuanya selalu ada. Meskipun keduanya hanya lulusan SMA/SMK, sebagai anak dari Moch. Rafiq dan Ririn Indayati, Fiqey berhasil membuktikan bahwa ia dengan semangat dan ketekunan yang ia miliki.

Baca juga : Kisah Mahasiswa Lulus Tanpa Mengerjakan Skripsi di UM Surabaya!

“Selama ini orang tuaku yang mendidik aku sejauh ini menjadi pribadi yang mandiri dan berusaha yang terbaik di setiap kesempatan, dan menjadikan pendidikan sebagai prioritas,” ungkapnya.

Jangan sampai ketinggalan info terkini bagi generasi milenial, segera subscribe channel telegram milenianews di t.me/milenianewscom.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *